"Jakarta for better city"

Author Archive

Pilpres 2009 memilih presiden kedua

Di Jakarta presiden terpilih pada pilpres 2009 akan menempati istana negara dan menjadi tumpuan harapan seluruh rakyat Indonesia. Sampai saat ini sebetulnya semua presiden telah memiliki karakter yang diharapkan. Masing-masing figur presiden seharusnya sudah mampu membuat Indonesia maju. Soekarno yang kenegarawanan, Soeharto yang memiliki strategi jangka panjang, Habibie yang jenius, Gus Dur yang memiliki toleransi dan keterbukaan, Megawati yang tak banyak bicara hingga SBY yang punya kharisma. Pada kenyataannya beliau-beliau itu hanya menjalankan pemerintahan, bukan mengendalikannya. Hasilnya semua kehilangan kredibilitas kepemimpinannya karena rupiah. Ini tak lepas dari sistem pemerintahan “mutan” yang terjadi karena evolusi sistem pemerintahan dan cara kita menilai keberhasilan presiden dari nilai rupiah yang kita punya.

Kita memang pernah menganut sistem parlementer di tahun lima puluhan. Dan kembali bergandeng tangan dengan sistem pemerintahan presidensial hingga sekarang. Tetapi di sepanjang perjalanannya, sistem ini mendapat pengaruh ekstra ketat dari sistem parlementer dan monarki Belanda. Setelah reformasi, Presiden sebagai lembaga eksekutif dalam menjalankan pemerintahan masih khawatir oleh tekanan DPR. Lembaga legislatif ini bisa setiap saat menjatuhkan presiden. Tetapi kedua sistem itu cenderung dinaungi, oleh sistem monarki rupiah. Rupiah menjadi pengendali utama kekuasaan legislatif , eksekutif dan yudikatif. Sangat wajar jika penetapan undang-undang, penerapan sistem hukum, pengelolaan sumber daya alam, penggalangan investasi, penanggulangan bencana dan seluruh sektor bisa dikendalikan oleh rupiah. Jadi sebenarnya sejak dulu bapak/ibu Rupi’ah yang menjadi presiden di negeri tercinta ini. Siapa yang salah ??? Rakyatnyalah yang telah memilih dan memuliakan rupiahnya itu sebagai presiden pertama.

Seharusnya reformasi berperan penting dalam menggeser pilihan rakyat untuk menentukan presiden keduanya. Sayangnya kesempatan emas ini tak dimanfaatkan sebaik-baiknya dan malah dijadikan ajang petualangan kaum reformis serta para elit politik tuk berburu rupiah. Akhirnya masyarakat cenderung membanding-bandingkan nilai rupiah yang dimiliki di masa kepemimpinan sebelumnya dengan saat ini. Padahal urusan kantong datangnya bukan dari presiden terpilih. Hasil positif reformasi adalah pemilihan presiden langsung dan lahirnya KPK sebagai cikal bakal KPU masa depan. LSM ,komnas serta lembaga independen lainnya tumbuh dan berkembang menjadi fungsi KPUD sesungguhnya. Ajang debat di media dan para petani informasi di internet mensosialisasikan lahan alternatif terbaik bagi kampanye modern. Semua memainkan peranannya agar rakyat tak memilih rupiah Semoga saja institusi ini tetap eksis, netral, bekerja terus-menerus dan tak dikendalikan oleh rupiah.

Sudah saatnya Indonesia bangkit dari rakyatnya sendiri dan rakyat juga yang harus menentukan mau atau tidaknya memilih rupiah sebagai presidennya kembali. Hanya perlu niatan , kepedulian, kearifan dan kejelian untuk melihat sesuatu yang tak terlihat. Sebab rupiah tersembunyi rapi di balik bayang-bayang sebuah figur. Dan semakin jelas terlihat saat rupiah mampu merubah karakter dan idealisme seseorang ketika menjadi pemimpin. Selamatkan kecerdasan kita untuk menilai calon presiden dengan kritis, mencermati wawasannya, latar belakangnya, kepribadiannya, visi dan misinya, karakter kepemimpinanya, cara dan jalan setapak yang dilaluinya menuju singgasana, serta apa dan siapa di balik mereka ?. Memilih satu diantara mereka yang menghormati sesama dan tak terjebak dalam irama rupiah. Atau setidaknya menunjuk mereka yang berusaha menghindarkan diri untuk menggunakan rupiah dalam menempuh jalan pintas kepopuleran. Semakin banyak hutang mereka terhadap rupiah, maka semakin besar ketergantungannya terhadap rupiah. Begitu juga jika semakin besar yang tak memanfaatkan hak pilih , akan membuat semakin tinggi kemungkinan terpilihnya rupiah kembali sebagai presiden. Biarkan money politic yang memperkaya rakyat tetap berjalan hingga memiskinkan para bakal calon, karena kita butuh seorang presiden yang tak memiliki kontrak hidup dengan rupiah. Ketika saatnya nanti terpilih, beliau bisa melepaskan rupiah yang selama ini mencengkeram pemerintahan. Dan semoga saja kita bisa memiliki presiden kedua setelah Rupiah. Mari perhatikan jalan untuk melangkah ke masa depan. Selamat menyeleksi !!!(DPH)


Kode Pos Jakarta dan sekitarnya

Kode pos pertama kalinya digunakan di Jerman tahun 1941 dan dikuti oleh Inggris di tahun 1959. Adalah Robert Auraan Moon, seorang inspektur pos di Philapeldia-Amerika Serikat yang mengeluarkan ide proposal ZIP (Zone Improvement Plan) menjadi 5 digit di tahun 1944. Namun , hanya 3 digit pertama yang diadopsi pada awalnya. Ia dipopulerkan menjadi tokoh kartun Mr. ZIP (Zippy) oleh Harold Wilcox, karena kreatifitasnya yang muncul dari masalah membludaknya surat serta tersendatnya pengiriman yang dialami kantor pos AS , USPS (United States Postal Service). Pengiriman surat menggunakan ZIP code 5 digit ini diresmikan penggunaannya pada tgl 1 Juli 1963 oleh Dirjen Pos USPS – John A. Gronouski . Sistem kode pos ini telah diadopsi dan digunakan di 191 negara anggota UPU (Universal Postal Union). Masih ada beberapa negara yg belum menggunakan kode pos seperti Hongkong dan Vietnam,

Pada tahun 1983 Amerika sendiri telah mengembangkan kode posnya dengan menambahkan 4 digit tambahan di belakang ZIP code. Sedangkan sistem kode pos di Indonesia masih setia dengan mengadopsi Mr. ZIP yang menggunakan 5 digit. Tetapi standarisasi pengidentifikasian kodenyanya belum dikembangkan. Bagaimana jika terjadi pemekaran wilayah nanti ?? Untuk Jakarta sendiri terdapat pengecualian dari kota-kota lain di Indonesia. Digit pertama adalah kode propinsi tetapi meliputi juga kota penyangga sekitarnya (bodetabek yang meliputi kotamadya dan kabupatennya) . Digit kedua merupakan kode kotamadya/kabupaten, digit ketiga untuk kode kecamatan , digit keempat untuk kelurahan dan digit terakhir adalah 0 (nol) . Dan karena keterbatasannya tadi sehingga masih terdapat kode pos yang sama pada kelurahan dan kecamatan yang sama pula. Selain itu kode pos di Kabupaten Kep. Seribu masih menempel pada kode Jakarta Utara

Berikut kode pos untuk Jakarta dan sekitarnya :

No. Kelurahan Kecamatan Kode pos
1 Gambir Gambir 10110
2 Kebon Kelapa Gambir 10120
3 Petojo Utara Gambir 10130
4 Duri Pulo Gambir 10140
5 Cideng Gambir 10150
6 Petojo Selatan Gambir 10160
7 Bendungan Hilir Tanah Abang 10210
8 Karet Tengsin Tanah Abang 10220
9 Kebon Melati Tanah Abang 10230
10 Kebon Kacang Tanah Abang 10240
11 Kampung Bali Tanah Abang 10250
12 Petamburan Tanah Abang 10260
13 Gelora Tanah Abang 10270
14 Menteng Menteng 10310
15 Pegangsaan Menteng 10320
16 Cikini Menteng 10330
17 Kebon Sirih Menteng 10340
18 Gondangdia Menteng 10350
19 Senen Senen 10410
20 Kwitang Senen 10420
21 Kenari Senen 10430
22 Paseban Senen 10440
23 Kramat Senen 10450
24 Bungur Senen 10460
25 Cempaka Putih Timur Cempaka Putih 10510
26 Cempaka Putih Barat Cempaka Putih 10520
27 Galur Johar Baru 10530
28 Tanah Tinggi Johar Baru 10540
29 Kampung Rawa Johar Baru 10550
30 Johar Baru Johar Baru 10560
31 Rawasari Cempaka Putih 10570
32 Gunung Sahari Selatan Kemayoran 10610
33 Kemayoran Kemayoran 10620
34 Kebon Kosong Kemayoran 10630
35 Cempaka Baru Kemayoran 10640
36 Harapan Mulya Kemayoran 10640
37 Sumur Batu Kemayoran 10640
38 Serdang Kemayoran 10650
39 Utan Panjang Kemayoran 10650
40 Pasar Baru Sawah Besar 10710
41 Gunung Sahari Utara Sawah Besar 10720
42 Mangga Dua Selatan Sawah Besar 10730
43 Karang Anyar Sawah Besar 10740
44 Kartini Sawah Besar 10750
45 Pinangsia Tamansari 11110
46 Glodok Tamansari 11120
47 Keagungan Tamansari 11130
48 Krukut Tamansari 11140
49 Tamansari Tamansari 11150
50 Maphar Tamansari 11160
51 Tangki Tamansari 11170
52 Mangga Besar Tamansari 11180
53 Tanah Sareal Tambora 11210
54 Tambora Tambora 11220
55 Roa Malaka Tambora 11230
56 Pekojan Tambora 11240
57 Jembatan Lima Tambora 11250
58 Krendang Tambora 11260
59 Duri Selatan Tambora 11270
60 Duri Utara Tambora 11270
61 Kalianyar Tambora 11310
62 Jembatan Besi Tambora 11320
63 Angke Tambora 11330
64 Slipi Palmerah 11410
65 Kota Bambu Selatan Palmerah 11420
66 Kota Bambu Utara Palmerah 11420
67 Jati Pulo Palmerah 11430
68 Tomang Grogol Petamburan 11440
69 Grogol Grogol Petamburan 11450
70 Jelambar Grogol Petamburan 11460
71 Jelambar Baru Grogol Petamburan 11460
72 Wijaya Kusuma Grogol Petamburan 11460
73 Tanjung Duren Grogol Petamburan 11470
74 Tanjung Duren Utara Grogol Petamburan 11470
75 Kemanggisan Palmerah 11480
76 Palmerah Palmerah 11480
77 Duri Kepa Kebon Jeruk 11510
78 Kedoya Selatan Kebon Jeruk 11520
79 Kedoya Utara Kebon Jeruk 11520
80 Kebon Jeruk Kebon Jeruk 11530
81 Sukabumi Utara Kebon Jeruk 11540
82 Kelapa Dua Kebon Jeruk 11550
83 Sukabumi Selatan Kebon Jeruk 11560
84 Kembangan Barat Kembangan 11610
85 Kembangan Timur Kembangan 11610
86 Meruya Utara Kembangan 11620
87 Serengseng Kembangan 11630
88 Joglo Kembangan 11640
89 Meruya Selatan Kembangan 11650
90 Kedaung Kaliangke Cengkareng 11710
91 Kapuk Cengkareng 11720
92 Cengkareng Barat Cengkareng 11730
93 Cengkareng Timur Cengkareng 11730
94 Rawa Buaya Cengkareng 11740
95 Duri Kosambi Cengkareng 11750
96 Kamal Kalideres 11810
97 Tegal Alur Kalideres 11820
98 Pegadungan Kalideres 11830
99 Kalideres Kalideres 11840
100 Semanan Kalideres 11850
101 Selong Kebayoran Baru 12110
102 Gunung Kebayoran Baru 12120
103 Kramat Pela Kebayoran Baru 12130
104 Gandaria Utara Kebayoran Baru 12140
105 Cipete Utara Kebayoran Baru 12150
106 Melawai Kebayoran Baru 12160
107 Pulo Kebayoran Baru 12160
108 Petogogan Kebayoran Baru 12170
109 Rawa Barat Kebayoran Baru 12180
110 Senayan Kebayoran Baru 12190
111 Grogol Utara Kebayoran Lama 12210
112 Grogol Selatan Kebayoran Lama 12220
113 Cipulir Kebayoran Lama 12230
114 Kebayoran Lama Selatan Kebayoran Lama 12240
115 Kebayoran Lama Utara Kebayoran Lama 12240
116 Ulujami Pesanggrahan 12250
117 Petukangan Utara Pesanggrahan 12260
118 Petukangan Selatan Pesanggrahan 12270
119 Pondok Pinang Kebayoran Lama 12310
120 Pesanggrahan Pesanggrahan 12320
121 Bintaro Pesanggrahan 12330
122 Cipete Selatan Cilandak 12410
123 Gandaria Selatan Cilandak 12420
124 Cilandak Barat Cilandak 12430
125 Lebak Bulus Cilandak 12440
126 Pondok Labu Cilandak 12450
127 Pejaten Barat Pasar Minggu 12510
128 Pejaten Timur Pasar Minggu 12510
129 Kebagusan Pasar Minggu 12520
130 Pasar Minggu Pasar Minggu 12520
131 Tanjung Barat Jagakarsa 12530
132 Jati Padang Pasar Minggu 12540
133 Ragunan Pasar Minggu 12550
134 Cilandak Timur Pasar Minggu 12560
135 Lenteng Agung Jagakarsa 12610
136 Jagakarsa Jagakarsa 12620
137 Ciganjur Jagakarsa 12630
138 Cipedak Jagakarsa 12630
139 Srengseng Sawah Jagakarsa 12640
140 Kuningan Barat Mampang Prapatan 12710
141 Pela Mampang Mampang Prapatan 12720
142 Bangka Mampang Prapatan 12730
143 Kalibata Pancoran 12740
144 Rawajati Pancoran 12750
145 Duren Tiga Pancoran 12760
146 Cikoko Pancoran 12770
147 Pengadegan Pancoran 12770
148 Pancoran Mampang Prapatan 12780
149 Mampang Prapatan Mampang Prapatan 12790
150 Tegal Parang Mampang Prapatan 12790
151 Tebet Barat Tebet 12810
152 Tebet Timur Tebet 12820
153 Kebon Baru Tebet 12830
154 Bukit Duri Tebet 12840
155 Manggarai Tebet 12850
156 Manggarai Selatan Tebet 12860
157 Menteng Dalam Tebet 12870
158 Setiabudi Setiabudi 12910
159 Karet Setiabudi 12920
160 Karet Semanggi Setiabudi 12930
161 Karet Kuningan Setiabudi 12940
162 Kuningan Timur Setiabudi 12950
163 Menteng Atas Setiabudi 12960
164 Pasar Manggis Setiabudi 12970
165 Guntur Setiabudi 12980
166 Pisangan Baru Matraman 13110
167 Utan Kayu Selatan Matraman 13120
168 Utan Kayu Utara Matraman 13120
169 Kayu Manis Matraman 13130
170 Pal Meriam Matraman 13140
171 Kebon Manggis Matraman 13150
172 Kayu Putih Pulo Gadung 13210
173 Jati Pulo Gadung 13220
174 Rawamangun Pulo Gadung 13220
175 Pisangan Timur Pulo Gadung 13230
176 Cipinang Pulo Gadung 13240
177 Jatinegara Kaum Pulo Gadung 13250
178 Pulo Gadung Pulo Gadung 13260
179 Bali Mester Jatinegara 13310
180 Kampung Melayu Jatinegara 13320
181 Bidara Cina Jatinegara 13330
182 Cipinang Cempedak Jatinegara 13340
183 Rawa Bunga Jatinegara 13350
184 Cipinang Besar Selatan Jatinegara 13410
185 Cipinang Besar Utara Jatinegara 13410
186 Cipinang Muara Jatinegara 13420
187 Pondok Bambu Duren Sawit 13430
188 Duren Sawit Duren Sawit 13440
189 Pondok Kelapa Duren Sawit 13450
190 Malaka Jaya Duren Sawit 13460
191 Malaka Sari Duren Sawit 13460
192 Pondok Kopi Duren Sawit 13460
193 Klender Duren Sawit 13470
194 Kramat Jati Kramatjati 13510
195 Batu Ampar Kramatjati 13520
196 Bale Kambang Kramatjati 13530
197 Kampung Tengah Kramatjati 13540
198 Dukuh Kramatjati 13550
199 Pinang Ranti Makasar 13560
200 Makasar Makasar 13570
201 Halim Perdanakusumah Makasar 13610
202 Cipinang Melayu Makasar 13620
203 Cawang Kramatjati 13630
204 Cililitan Kramatjati 13640
205 Kebon Pala Makasar 13650
206 Pekayon Pasar Rebo 13710
207 Cibubur Ciracas 13720
208 Kelapa Dua Wetan Ciracas 13730
209 Ciracas Ciracas 13740
210 Susukan Ciracas 13750
211 Gedong Pasar Rebo 13760
212 Cijantung Pasar Rebo 13770
213 Baru Pasar Rebo 13780
214 Kalisari Pasar Rebo 13790
215 Lubang Buaya Cipayung 13810
216 Ceger Cipayung 13820
217 Rambutan Ciracas 13830
218 Cipayung Cipayung 13840
219 Munjul Cipayung 13850
220 Pondok Rangon Cipayung 13860
221 Cilangkap Cipayung 13870
222 Setu Cipayung 13880
223 Bambu Apus Cipayung 13890
224 Cakung Barat Cakung 13910
225 Cakung Timur Cakung 13910
226 Rawa Terate Cakung 13920
227 Jatinegara Cakung 13930
228 Penggilingan Cakung 13940
229 Pulo Gebang Cakung 13950
230 Ujung Menteng Cakung 13960
231 Kalibaru Cilincing 14110
232 Cilincing Cilincing 14120
233 Semper Barat Cilincing 14130
234 Semper Timur Cilincing 14130
235 Rorotan Cilincing 14140
236 Sukapura Cilincing 14140
237 Marunda Cilincing 14150
238 Koja Utara Koja 14210
239 Koja Selatan Koja 14220
240 Rawa Badak Koja 14230
241 Kelapa Gading Barat Kelapa Gading 14240
242 Kelapa Gading Timur Kelapa Gading 14240
243 Pegangsaan Dua Kelapa Gading 14250
244 Tugu Selatan Koja 14260
245 Tugu Utara Koja 14260
246 Lagoa Koja 14270
247 Tanjung Priok Tanjung Priok 14310
248 Kebon Bawang Tanjung Priok 14320
249 Sungai Bambu Tanjung Priok 14330
250 Papanggo Tanjung Priok 14340
251 Warakas Tanjung Priok 14340
252 Sunter Agung Tanjung Priok 14350
253 Sunter Jaya Tanjung Priok 14350
254 Pademangan Timur Pademangan 14410
255 Pademangan Barat Pademangan 14420
256 Ancol Pademangan 14430
257 Penjaringan Penjaringan 14440
258 Pejagalan Penjaringan 14450
259 Pluit Penjaringan 14450
260 Kapuk Muara Penjaringan 14460
261 Kamal Muara Penjaringan 14470
262 Pulau Untung Jawa Kepulauan Seribu 14510
263 Pulau Tidung Kepulauan Seribu 14520
264 Pulau Panggang Kepulauan Seribu 14530
265 Pulau Kelapa Kepulauan Seribu 14540
359 Suka Asih Tangerang 15111
360 Sukarasa Tangerang 15111
361 Koang Jaya Karawaci 15112
362 Nambo Jaya Karawaci 15112
363 Pabuaran Tumpeng Karawaci 15112
364 Pasar Baru Karawaci 15112
365 Bugel Karawaci 15113
366 Gerendeng Karawaci 15113
367 Marga Sari Karawaci 15113
368 Suka Jadi Karawaci 15113
369 Cimone Karawaci 15114
370 Cimone Baru Karawaci 15114
371 Pabuaran Karawaci 15114
372 Sumur Pancing Karawaci 15114
373 Bojong Jaya Karawaci 15115
374 Karawaci Karawaci 15115
375 Karawaci Baru Karawaci 15116
376 Nusa Jaya Karawaci 15116
377 Cikokol Tangerang 15117
378 Kelapa Indah Tangerang 15117
379 Babakan Tangerang 15118
380 Sukasari Tangerang 15118
381 Buaran Indah Tangerang 15119
382 Tanah Tinggi Tangerang 15119
383 Batu Jaya Batuceper 15121
384 Batu Sari Batuceper 15121
385 Karang Anyar Neglasari 15121
386 Karang Sari Neglasari 15121
387 Batuceper Batuceper 15122
388 Kebon Besar Batuceper 15122
389 Poris Gaga Batuceper 15122
390 Poris Gaga Baru Batuceper 15122
391 Poris Jaya Batuceper 15122
392 Belendung Benda 15123
393 Jurumudi Benda 15124
394 Jurumudi Baru Benda 15124
395 Benda Benda 15125
396 Pajang Benda 15126
397 Selapajang Jaya Neglasari 15127
398 Kedaung Baru Neglasari 15128
399 Kedaung Wetan Neglasari 15128
400 Mekar Sari Neglasari 15129
401 Neglasari Neglasari 15129
402 Periuk Periuk 15131
403 Periuk Jaya Periuk 15131
404 Gebang Raya Periuk 15132
405 Sangiang Jaya Periuk 15132
406 Alam Jaya Jatiuwung 15133
407 Gembor Periuk 15133
408 Jatiuwung Cibodas 15134
409 Keroncong Jatiuwung 15134
410 Pasir Jaya Jatiuwung 15135
411 Jatake Jatiuwung 15136
412 Manis Jaya Jatiuwung 15136
413 Gandasari Jatiuwung 15137
414 Cibodas Cibodas 15138
415 Cibodas Baru Cibodas 15138
416 Cibodas sari Cibodas 15138
417 Uwung Jaya Cibodas 15138
418 Panunggangan Barat Cibodas 15139
419 Poris Plawad Cipondoh 15141
420 Poris Plawad Indah Cipondoh 15141
421 Poris Plawad Utara Cipondoh 15141
422 Cipete Pinang 15142
423 Pakojan Pinang 15142
424 Panunggangan Pinang 15143
425 Panunggangan Timur Pinang 15143
426 Panunggangan Utara Pinang 15143
427 Kunciran Pinang 15144
428 Kunciran Indah Pinang 15144
429 Kunciran Jaya Pinang 15144
430 Nerogtog Pinang 15145
431 Pinang Pinang 15145
432 Sudimara Pinang Pinang 15145
433 Gondrong Cipondoh 15146
434 Kenanga Cipondoh 15146
435 Ketapang Cipondoh 15147
436 Petir Cipondoh 15147
437 Cipondoh Cipondoh 15148
438 Cipondoh Indah Cipondoh 15148
439 Cipondoh Makmur Cipondoh 15148
440 Sudimara Barat Ciledug 15151
441 Sudimara Jaya Ciledug 15151
442 Sudimara Selatan Ciledug 15151
443 Sudimara Timur Ciledug 15151
444 Tajur Ciledug 15152
445 Paninggilan Selatan Ciledug 15153
446 Paninggilan Utara Ciledug 15153
447 Parung Serab Ciledug 15153
448 Gaga Larangan 15154
449 Larangan Indah Larangan 15154
450 Larangan Selatan Larangan 15154
451 Larangan Utara Larangan 15154
452 Cipadu Larangan 15155
453 Cipadu Jaya Larangan 15155
454 Kreo Selatan Larangan 15156
455 Kreo Utara Larangan 15156
456 Karang Mulya Karang Tengah 15157
457 Karang Tengah Karang Tengah 15157
458 Karang Timur Karang Tengah 15157
459 Padurenan Karang Tengah 15158
460 Pondok Pucung Karang Tengah 15158
461 Parung Jaya Karang Tengah 15159
462 Pondok Bahar Karang Tengah 15159
309 Menteng Bogor Barat 16111
310 Pabaton Bogor Tengah 16121
311 Paledang Bogor Tengah 16122
312 Gudang Bogor Tengah 16123
313 Cibogor Bogor Tengah 16124
314 Ciwaringin Bogor Tengah 16124
315 Kebon Kalapa Bogor Tengah 16125
316 Panaragan Bogor Tengah 16125
317 Babakan Pasar Bogor Tengah 16126
318 Tegallega Bogor Tengah 16127
319 Babakan Bogor Tengah 16128
320 Sempur Bogor Tengah 16129
321 Bondongan Bogor Selatan 16131
322 Empang Bogor Selatan 16132
323 Batutulis Bogor Selatan 16133
324 Lawanggintung Bogor Selatan 16134
325 Sukasari Bogor Timur 16142
326 Baranangsiang Bogor Timur 16143
327 Tegalgundil Bogor Utara 16152
328 Bantarjati Bogor Utara 16153
329 Tanah Sareal Tanahsareal 16161
330 Kebonpedes Tanahsareal 16162
331 Mekarjaya Sukmajaya 16411
332 Sukmajaya Sukmajaya 16412
333 Tirtajaya Sukmajaya 16412
334 Jatimulya Sukmajaya 16413
335 Kalimulya Sukmajaya 16413
336 Cilodong Sukmajaya 16414
337 Kalibaru Sukmajaya 16414
338 Sukamaju Sukmajaya 16415
339 Cisalak Sukmajaya 16416
340 Abadijaya Sukmajaya 16417
341 Baktijaya Sukmajaya 16418
342 Beji Barat Beji 16421
343 Beji Timur Beji 16422
344 Kemiri Muka Beji 16423
345 Pondok Cina Beji 16424
346 Kukusan Beji 16425
347 Tanah Baru Beji 16426
348 Depok Pancoranmas 16431
349 Depok Jaya Pancoranmas 16432
350 Mampang Pancoranmas 16433
351 Rangkapanjaya Baru Pancoranmas 16434
352 Rangkapanjaya Pancoranmas 16435
353 Pancoran Mas Pancoranmas 16436
354 Cipayung Pancoranmas 16437
355 Cipayungjaya Pancoranmas 16437
356 Pondokjaya Pancoranmas 16438
357 Pondokterong Pancoranmas 16438
358 Ratujaya Pancoranmas 16439
266 Aren Jaya Bekasi Timur 17111
267 Duren Jaya Bekasi Timur 17111
268 Bekasi Jaya Bekasi Timur 17112
269 Margahayu Bekasi Timur 17113
270 Sepanjang Jaya Rawalumbu 17114
271 Pengasinan Rawalumbu 17115
272 Bojong Rawalumbu Rawalumbu 17116
273 Bojong Menteng Rawalumbu 17117
274 Teluk Pucung Bekasi Utara 17121
275 Perwira Bekasi Utara 17122
276 Harapan Baru Bekasi Utara 17123
277 Harapan Jaya Bekasi Utara 17124
278 Kaliabang Tengah Bekasi Utara 17125
279 Pejuang Medan Satria 17131
280 Medan Satria Medan Satria 17132
281 Kali Baru Medan Satria 17133
282 Kota Baru Bekasi Barat 17133
283 Bintara Bekasi Barat 17134
284 Kranji Bekasi Barat 17135
285 Bintara Jaya Bekasi Barat 17136
286 Marga Jaya Bekasi Selatan 17141
287 Marga Mulya Bekasi Utara 17142
288 Harapan Mulya Medan Satria 17143
289 Kayuringin Jaya Bekasi Selatan 17144
290 Jakasampurna Bekasi Barat 17145
291 Jaka Mulya Bekasi Selatan 17146
292 Jaka Setia Bekasi Selatan 17147
293 Pekayon Jaya Bekasi Selatan 17148
294 Cimuning Bantargebang 17155
295 Padurenan Bantargebang 17156
296 Mustika Sari Bantargebang 17157
297 Mustika Jaya Bantargebang 17158
298 Segara Makmur Taruma Jaya 17211
299 Pantai Makmur Taruma Jaya 17212
300 Setia Mulya Taruma Jaya 17213
301 Pusaka Rakyat Taruma Jaya 17214
302 Setia Asih Taruma Jaya 17215
303 Pahlawan Setia Taruma Jaya 17216
304 Samudra Jaya Taruma Jaya 17217
305 Segara Jaya Taruma Jaya 17218
306 Jatiwaringin Pondokgede 17411
307 Jatibening Pondokgede 17412
308 Jatimekar Jatiasih 17422

Klik ini untuk searching kode pos di seluruh indonesia


Baju Koruptor ukurannya berapa ?

KPK mengeluarkan gagasan baru yang menimbulkan kontroversi mengenai penggunaan baju khusus bagi koruptor . Tentunya dengan harapan, baju ini bisa menimbulkan efek jera para koruptor. Ide ini pun diamini oleh Polri dan ICW. Tapi sejauh mana effektifitas penggunaan baju tersebut belum akan terlihat jika masih berupa wacana. Memang seorang tersangka koruptor selalu tampil bak selebriti di depan kamera sebab mereka sudah tak lagi memiliki urat malu. Dan lumrah bagi KPK untuk memunculkan ide apapun di tengah kejahatan kerah putih ini. Menjadi wajar juga komentar yang mengemuka bahwa gagasan ini tidak terlihat special, mengada-ada , kelewatan atau seharusnya lebih mementingkan ketegasan proses hukum daripada peragaan busana. Yang akur dan tidak akur sebaiknya tak jadi soal. Inilah salah satu pandangan KPK yang menjadi landasan pacu kreativitas rakyat untuk menggeser budaya korupsi. Sebelumnya ide warung kejujuran KPK telah banyak diterapkan di sekolah-sekolah. Kini busana ketidakjujuran bolehkah diterapkan ??

Komnas HAM hanya berpesan agar baju ini tak melanggar hak asasi manusia. Mesti dibedakan antara tersangka, terdakwa dan terpidana serta menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah. Bukan untuk mempermalukan, tetapi menjadi shock therapy. Bukan pula mengajarkan agar pelakunya diarak keliling kota dengan hanya mengenakan pakaian dalam. Dan Komnas pasti tak setuju jika hukuman ganti kemaluan atau hukuman seumur hidup bersama Ryan bagi koruptor diterapkan. Ayin pun pastinya akan menjadi ayan. Karena kadang-kadang tersangka hanya merupakan pemain figuran bagi sutradara yang lebih rakus di belakang layar. Terlontar pula usulan agar rencana baju ini dibiayai oleh para koruptornya sendiri sehingga proses tender pengadaan baju tersebut tidak menimbulkan polemik kembali. Yang terpenting, mulai dari desain sampai penerapannya nanti harus gratis dan bukan diambil dari kas negara.

Hari ini ( Selasa, 12 Agustus 2008 ) rencananya ICW akan memberikan masukan bagi KPK mengenai desain yang diambil dari ide masyarakat. Ukurannya sendiri tidak dibahas lebih lanjut, padahal ukuran busana sangat menentukan prima atau tidaknya penampilan. Ukuran membatasi kita agar tetap leluasa dan nyaman untuk beraktivitas. Tetapi ukuran baju koruptor bukan menyesuaikan ukuran tubuh sang koruptor sendiri. Ukurannya dikategorikan dengan berapa banyak uang rakyat yang dikorup. Mungkin akan terlihat menarik jika seorang yang kurus dan biasanya mengenakan pakaian dengan ukuran L , ternyata harus tampil dengan baju yang kebesaran ukuran XXL karena sifat rakusnya dan sebaliknya.

Dan jangan lupa dibubuhi badge partai, jika koruptor tersebut adalah anggota partai politik. Biarkan rakyat semakin pintar memilih partai dan partai terus berusaha melakukan kaderisasi anggotanya berbasiskan kejujuran. Agar rasa masa bodoh hilang harga diri dan tabiat asal tidak terbukti ah tentu sikat lagi bukan lagi slogan bagi tikus-tikus tak kenal kenyang yang rakus-rakus bukan kepalang. KPK, keluarkan idemu sebanyak-banyaknya dan kami tunggu ide Taman Pemakaman Umum khusus koruptor selanjutnya. (DPH)


Kode resep dokter

Pernah lihat tulisan R/ pada resep dokter yang kita terima, ternyata maksudnya bukan resep tapi ambil. Kode R/ pada resep berasal dari kata recipe dalam bahasa latin yang artinya ambil. Ternyata dalam tulisan cakar ayamnya dokter sering menggunakan singkatan latin untuk menulis resep seperti : Sig: I tab p.o. b.i.d p.c. yang artinya minum 1 tablet 2x sehari setelah makan. Memang tidak untuk dihafalkan , tetapi setidaknya kita tahu jika dokter salah memberi obat. Misalnya saja jika yang harusnya masuk lewat belakang malah diminum ?? Berikut kode-kode dalam resep dokter tersebut, semoga bermanfaat.

Kode asal kata arti
a.c. ante cibum / cibos sebelum makan
a.d / AD aurio dexter telinga kanan
a.l. aurio laeva telinga kiri
a.s. / AS auris sinister telinga kiri
a.u. / AU auris utro kedua telinga
aa ana tiap-tiap
ad ad hingga /sampai
ad. Lib. ad libitum digunakan sesuai keinginan (bebas)
alt. die. alternus die setiap lain hari
alt. h. alternus hora setiap lain jam
amp. ampule 1 dosis unit
aq aqua air
b.d. bis die 2x sehari
b.i.d. bis in die 2x sehari
b.i.n. bis in noctus 2x semalam
bis bis dua kali
bol. bolus sebanyak dosis tunggal
cap capsula kapsul
cc cum cibos dengan makanan
cc cubic centimetres sentimeter kubik
comp. comsitus diloleskan
d dies hari
d.t.d dentur tales doses berikan sesuai dosis
dieb. alt. diebus alternis setiap lain hari
div. divide dibagi
emp. ex modo prescripto sesuai petunjuk
emul. emulsum cairan pengemulsi
eq. pts. equalis partis bagian yang sama
ex aq ex aqua dalam air
fl. ,fld. fluida cairan
g gram gram
gr grain grain (1 gram=15 grain)
grad. gradatim berangsur-angsur
gtt. gutta diteteskan
h. , hr. hora jam
h.s. hora somni waktu tidur
i, ii, iii, or iiii doses jumlah dosis
I.D. intra dermal disuntikkan di bawah kulit
I.M. intra muscularly disuntikkan ke dalam otot
I.P intra peritoneal disuntikkan di bawah selaput
I.V. intra veneously disuntikkan ke dalam nadi
inj. injectio suntikan
in p. aeq. dividiatur in partes aequales dibagi menjadi bagian yg sama
lin linimentum digosok
liq liquor solution
lot. lotion pelembab
m, min. minimum minimal
M. Misce campur
mane mane pagi hari
mcg microgram mikro gram
mEq milli equivalent mili ekuivalen
mg milligram mili gram
mist. mistura campur
mixt. mixtura mixture
ml millilitter mili liter
nebul nebula semprotan
no. numero nomor
nocte nocte malam
noct. maneq. noct maneque pagi dan malam hari
non rep. non repetatur tidak dapat diulang
npo nill per os tidak ada yg melalui mulut
o.d / OD oculus dexter mata kanan
o.l. oculus laeva mata kiri
o.m. omni mane pada pagi hari
o.n. omni nocte pada malam hari
o.s / OS oculus sinister mata kiri
o.u / OU oculo utro setiap mata
opth opthalmic pada mata
os ossa tulang
otic otical pada telinga
p.c. post cibum setelah makan
p.o. per os melalui mulut
p.p.a. phiala prius agitata dikocok dahulu
p.r pro rectum melalui anus
p.r.n. pro re nata sesuai kebutuhan
p.v. per vaginum melalui kelamin wanita
per per melalui
pil pilula pil
pulv. pulvis bubuk
q quaque setiap
q._h quaque …. hora setiap …. jam
q.3h quaque 3 hora setiap 3 jam
q.a.d quaque alternis die setiap hari yang berbeda
q.d. / QD quaque die setiap hari
q.h.s quaque hora somni setiap menjelang tidur
q.i.d. quarter in die 4x sehari
q.o.d. / QOD quaque os die setiap hari yang berbeda
qq. hh. quaque hora setiap jam
q.q.h. quarter quaque hora setiap 4 jam
q.s. quantum sufficiat gunakan secukupnya
qAM quaque ante meridiem setiap pagi
ql quantum libet sebanyak yang diinginkan
q.p. quantum placeat sebanyak yang dianjurkan
qPM quaque post meridiem setiap sore
qv quantum vis sebanyak
R/ recipe ambil
rep. , rept. repetatur dapat diulang
Rx radix resep
s sine tanpa
s.a. secundum artum gunakan sesuai pertimbangan
s.i.d semel in die sekali sehari
s.o.s. si opus sit segera jika dibutuhkan
SC, subc, subq,subcut sub cutem disuntikkan di bawah kulit
Sig. / S signa, signetur tulis pada label
SL sub lingualy di bawah lidah
sol. solutio larutan
ss. semis setengah / separuh
stat. statim segera
supp. suppositorium obat perangsang
susp. suspentium penyerapan
syr. syrupus sirup
t.d.s ter die sumendum 3x sehari
t.i.d. ter in die 3x sehari
t.i.w. ter in w 3x seminggu
tab. tabella tablet
tal. talus seperti
tbsp. tablespoon sendok makan (15 ml)
tr, tinc., tinct. tincture larutan dlm alkohol
troche trochiscus obat batuk
tsp. teaspoon sendok teh (5 ml)
u.d. / ut dict. ut dictum sesuai petunjuk
ung. unguentum obat salep
vag. vaginum alat kelamin wanita


Tukang sayur pun sudah mobile

Telepon genggam telah dianggap sebagai kebutuhan pokok di Jakarta. Fenomena perang tarif layanan yang menguntungkan konsumen, semakin menjangkau semua kalangan. Mereka yang cerdik memanfaatkannya dalam menunjang aktivitas keseharian. Samidi (34) salah satunya, seorang pedagang sayur keliling ini sudah menggunakannya untuk effisensi dan effektifitas penjualan. Semenjak menggunakan HP , sayurannya tidak banyak yang layu. Pembeli bisa memesan sayur yang akan dibeli lewat SMS dan ia akan lewat di depan rumah mereka. “Sekarang saya bisa belanja sesuai kebutuhan dan tidak khawatir lagi dagangan saya tak laku terjual”, katanya.

Ada lagi Nedi (35), pedagang Martabak manis special Bangka beraneka rasa di jalan Utan Kayu raya. Produk olahannya yang paling banyak diminati adalah martabak duren. Pelanggan suka menanyakan keberadaannya via SMS ataupun telepon. Memang kadang ia tak berjualan karena sedang pulang kampung. Nomor HPnya diberikan kepada semua konsumen, apalagi bila ada diantara mereka yang ingin memesan untuk keperluan pesta. Bang Nedi tak pernah ragu untuk membalas SMS pelanggannya. Ungkapnya “dengan HP ini dagangan saya jadi tekenal . Ia juga pernah diwawancarai oleh JakTV ketika stasiun TV itu membahas kuliner serba duren di Jakarta.”.

Lain dari kedua pelaku usaha di atas, Kasman (32) seorang supir taksi juga pintar mencermatinya untuk menghemat BBM. Pria asal Sumatra ini lebih sering terlihat mangkal di depan warung Nasi Kuning Bagadang milik ibunya. Jika ada warga yang membutuhkan taksi, biasanya akan menghubunginya, terutama warga yang tinggal di sekitar tempat mangkalnya. Dia paling senang jika ada warga yang ingin diantar ke bandara. Walaupun jam 4 pagi, ia bersedia mengantar atau menjemput pelanggannya. Sekarang dirinya tak perlu lelah lagi berputar-putar mencari penumpang. Tuturnya: “Sejak saya pake HP ini setoran lancar , nggak pusing karena macet atau naiknya bahan bakar”.

Selain Mas Samidi, Bang Nedi dan Uda Kasman, masih banyak pelaku ekonomi lainnya yang tersebar di seantero Jakarta yang menyiasati penggunaan telepon genggam sebagai bagian dalam mengais rejeki. Telekomunikasi telah menjadi celah bagi peningkatan taraf hidup ekonomi kelas bawah sekalipun. Entah esok teknologi apa lagi yang dapat memberikan pencerahan ?? (DPH)


Tetangga begitu, apa peduliku ?

Kehidupan bertetangga di lingkungan pemukiman Jakarta sering diliputi individualisme yang tinggi. Tetangga hanya dijadikan sandaran jika mengalami penderitaan. Susah melihat tetangga senang dan senang melihat tetangga susah. Rumput tetangga memang selalu terlihat lebih hijau dari rumput di pekarangan sendiri. Mengapa kesadaran hanya datang jika ditimpa kesusahan saja ? Kemana hilangnya rasa pedulimu Jakarta ?

Gedung-gedung bertingkat di Jakarta juga saling bertetangga. Salah satunya Gedung Landmark dan Wisma BNI 46 yang letaknya saling berseberangan . Keduanya hanya dipisahkan jalan Jenderal Sudirman. Mereka sama-sama punya lokasi kaki lima resmi yang peruntukannya menyediakan kebutuhan makan siang bagi para pekerja di sekitar kedua lokasi tersebut. Tapi ada yang berbeda , kali lima di sebelah Wisma BNI 46 nampak memiliki wajah yang lebih apik dibandingkan tetangganya. Kios-kios tampil dengan bentuk dan warnanya yang senada, lengkap dinaungi tirai yang rapi. Sementara kaki lima di samping Landmark hanya terkesan seadanya dan kebersihannya juga tak terjaga. Hanya papan nama kios yang terlihat terpampang seirama. Itu pun belum beberapa lama, sumbangan dari sebuah perusahaan telekomunikasi swasta.

Kedua lokasi ini sebetulnya sangat strategis, di sana ada Halte Busway Koridor I dan Koridor IV serta stasiun kereta Sudirman. Rencananya, di sana juga akan bermuara stasiun monorail dan kereta bawah tanah. Kalau rencana pemrov DKI Jakarta ini terealisasi, tentu jika masih demikian maka kaki lima di samping Gedung Landmark akan memberikan nuansa kumuh bagi pencitraan tersebut. Teronggok di samping waduk yang airnya kehitaman. Terselip di sela-sela gedung yang tak kunjung selesai pembangunannya dan telah menjadi lokasi pemancingan umum. Belum lagi adanya parkir liar yang mengganggu kelancaran. Semoga saja semua pihak yang berkepentingan punya kepedulian untuk mempercantiknya tanpa harus menunggu berkembangnya persoalan. Dulu, pemda berhasil membersihkan kakilima liar di sepanjang trotoar belakang gedung tersebut, sekarang siapa lagi yang harus peduli ? (DPH)


Kode SWIFT Bank

SWIFT (Society for Worldwide Interbank Financial Telecommunication) adalah sebuah perusahaan yang menyediakan layanan komunikasi bagi institusi keuangan antar negara. Layanan komunikasi ini menyediakan otomatisasi dan standarisasi sistem untuk transaksi keuangan. Keuntungan yang diperoleh adalah keamanan transaksi, mengurangi resiko operasional, effisiensi biaya dan effektifas operasional lainnya.

Salah satu kemudahan yang bisa kita rasakan adalah untuk pengiriman/ transfer uang dari dan ke luar negeri . Untuk melakukan transaksi ke Indonesia dibutuhkan sebuah kode SWIFT Bank di Indonesia. Kode ini dapat berupa BIC (Bank Identifier Code) untuk institusi perbankan atau BEI (Bussines Entity Identifier) untuk institusi keuangan/perusahaan. BIC/BEI terdiri dari 2 tipe yaitu BIC/BEI 8 yang terdiri dari 8 digit dan BIC/BEI 11 yang terdiri dari 11 digit kode. Struktur BIC/BEI 11 tersebut terdiri dari :

  • 4 digit untuk kode Bank/Institusi keuangan/ Perusahaan : AAAA
  • 2 digit untuk kode Negara : BB
  • 2 digit untuk kode kota / lokasi/wilayah / area : CC
  • 3 digit untuk kode cabang/unit/departemen : DDD

Sehingga BIC/BEI 11 ini ditulis “AAAABBCCDDD” dan menjadi kode SWIFT dari institusi yang bersangkutan. Tiga digit terakhirnya dapat dibuang ,jika hanya dibutuhkan kode 8 digit. Pada BIC/BEI 8 yang digit terakhirnya memiliki angka 1 diartikan bahwa institusi keuangan tersebut tidak terhubung langsung dengan jaringan global SWIFT. Sementara untuk kantor Pusat atau institusi yang hanya memiliki 1 koneksi ke SWIFT maka 3 digit terakhirnya adalah XXX .

Berikut kode SWIFT (BIC 11) untuk bank di Indonesia yang tergabung dalam jaringan SWIFT yang masih aktif s.d tgl 2 Agustus 2008.

No Nama Bank Kode SWIFT Kota
1 ABN AMRO Bank N.V ABNAIDJA XXX Jakarta-HO
2 ABN AMRO Bank N.V ABNAIDJA BDG Bandung
3 ABN AMRO Bank N.V ABNAIDJA MBH Jakarta
4 ABN AMRO Bank N.V ABNAIDJA MDN Medan
5 American Express Bank, LTD AEIBIDJX XXX Jakarta
6 ANZ Panin Bank , PT ANZBIDJX XXX Jakarta
7 Bangkok Bank Public Company Ltd BKKBIDJA XXX Jakarta
8 Bank Agroniaga Tbk, PT AGTBIDJA XXX Jakarta
9 Bank Antardaerah ANTDIDJD XXX Surabaya
10 Bank Arta Niaga Kencana ARNKIDJ1 XXX Surabaya
11 Bank Arta Niaga Kencana ARNKIDJ1 XXX Surabaya
12 Bank Artha Graha International ,TBK, PT ARTGIDJA XXX Jakarta
13 Bank BNP Paribas Indonesia,PT BNPAIDJA XXX Jakarta
14 Bank Bukopin BBUKIDJA XXX Jakarta
15 Bank Bumi Arta Indonesia BBAIIDJA XXX Jakarta
16 Bank Bumiputera Indonesia BUMIIDJA XXX Jakarta
17 Bank Central Asia (BCA) CENAIDJA XXX Jakarta
18 Bank Chinatrust Indonesia, PT CTCBIDJA SBY Surabaya
19 Bank Chinatrust Indonesia, PT CTCBIDJA XXX Jakarta
20 Bank Chinatrust Indonesia, PT CTCBIDJA BDG Bandung
21 Bank CIC International (Bank Century,Tbk)***** bermasalah******* CICTIDJA XXX Jakarta
22 Bank Commonwealth BICNIDJA XXX Jakarta
23 Bank Danamon Indonesia, Tbk ,PT BDINIDJA BPN Balikpapan
24 Bank Danamon Indonesia, Tbk ,PT BDINIDJA OTI Bandung
25 Bank Danamon Indonesia, Tbk ,PT BDINIDJA CUS Jakarta – Custodial
26 Bank Danamon Indonesia, Tbk ,PT BDINIDJA IFI Jakarta – Fin CB
27 Bank Danamon Indonesia, Tbk ,PT BDINIDJA RMT Jakarta- Intl Rem
28 Bank Danamon Indonesia, Tbk ,PT BDINIDJA CLC Jakarta- LC
29 Bank Danamon Indonesia, Tbk ,PT BDINIDJA TPC Jakarta- Trans Ops
30 Bank Danamon Indonesia, Tbk ,PT BDINIDJA XXX Jakarta-HO
31 Bank Danamon Indonesia, Tbk ,PT BDINIDJ1 0J3 Jakarta-Jayakarta
32 Bank Danamon Indonesia, Tbk ,PT BDINIDJA LCC Jakarta-LC
33 Bank Danamon Indonesia, Tbk ,PT BDINIDJA TRS Jakarta-Tre. OPs
34 Bank Danamon Indonesia, Tbk ,PT BDINIDJA MKS Jkt u/ Makasar
35 Bank Danamon Indonesia, Tbk ,PT BDINIDJA MIM Medan
36 Bank Danamon Indonesia, Tbk ,PT BDINIDJA MRK Merauke
37 Bank Danamon Indonesia, Tbk ,PT BDINIDJA SPM Semarang
38 Bank Danamon Indonesia, Tbk ,PT BDINIDJA SSR Solo
39 Bank Danamon Indonesia, Tbk ,PT BDINIDJA SBY Surabaya
40 Bank Danamon Indonesia, Tbk ,PT BDINIDJA TJP Tanjung Pinang
41 Bank Danamon Indonesia, Tbk ,PT BDINIDJA YGY Yogyakarta
42 Bank DBS Indonesia, PT DBSBIDJA SBY Surabaya
43 Bank DBS Indonesia, PT DBSBIDJA XXX Jakarta
44 Bank DBS Indonesia, PT DBSBIDJA IBD Jakarta
45 Bank DKI, PT BDKIIDJA XXX Jakarta
46 Bank Ekonomi Raharja,PT EKONIDJA XXX Jakarta
47 Bank Ekspor Indonesia (Persero),PT BEXIIDJA XXX Jakarta
48 Bank Finconesia, PT FINBIDJA XXX Jakarta
49 Bank Ganesha GNESIDJA XXX Jakarta
50 Bank Hagakita BHAGIDS1 XXX Jakarta
51 Bank HS 1906 (Bank Himpunan Saudara) TAHIIDJ1 XXX Bandung
52 Bank Indonesia INDOIDJA XXX Jakarta
53 Bank Indonesia INDOGB21 XXX London
54 Bank Internasional Indonesia IBBKIDJA 003 Jakarta-Thamrin
55 Bank Internasional Indonesia IBBKIDJA 008 Jakarta- P Polim
56 Bank Internasional Indonesia IBBKIDJA 138 Jakarta- Juanda
57 Bank Internasional Indonesia IBBKIDJA DEX Jakarta
58 Bank Internasional Indonesia IBBKIDJA TRS Jakarta
59 Bank Internasional Indonesia IBBKIDJA XXX Jakarta
60 Bank Internasional Indonesia IBBKIDJA 001 Jakarta- Kalibesar
61 Bank Jabar, PT PDJBIDJA XXX Bandung
62 Bank Jateng, PT PDJGIDJA XXX Semarang
63 Bank Jatim, PT BJTMIDJA XXX Surabaya
64 Bank Kaltim (BPD Kaltim) PDKTIDJA XXX Samarinda
65 Bank Karman KBNKIDJ1 XXX Surabaya
66 Bank Kesawan,PT AWANIDJA XXX Jakarta
67 Bank Kesawan,PT KESBIDS1 XXX Medan
68 Bank Mandiri (Persero), PT. BEIIIDJA 851 Surabaya
69 Bank Mandiri (Persero), PT. BEIIIDJA 852 Bandung
70 Bank Mandiri (Persero), PT. BEIIIDJA 853 Medan
71 Bank Mandiri (Persero), PT. BEIIIDJA 854 Semarang
72 Bank Mandiri (Persero), PT. BEIIIDJA 856 Banjarmasin
73 Bank Mandiri (Persero), PT. BEIIIDJA 860 Palembang
74 Bank Mandiri (Persero), PT. BEIIIDJA CUS Jakarta – Custodial
75 Bank Mandiri (Persero), PT. BEIIIDJA EXM Jakarta – Exim
76 Bank Mandiri (Persero), PT. BEIIIDJA STL Jakarta – Settle
77 Bank Mandiri (Persero), PT. BEIIIDJA XXX Jakarta
78 Bank Mandiri (Persero), PT. BEIIIDJA 107 Jakarta- Bills
79 Bank Maspion Indonesia, PT MASDIDJ1 XXX Surabaya
80 Bank Mayindo Pertama MAPEIDJ1 XXX Jakarta
81 Bank Maybank Indocorp,PT MBBEIDJA XXX Jakarta
82 Bank Mega,PT MEGAIDJA XXX Jakarta
83 Bank Mestika Dharma BMDMIDJA XXX Medan
84 Bank Metro Express MEEKIDJ1 XXX Jakarta
85 Bank Mitraniaga MGABIDJ1 XXX Jakarta
86 Bank Mitraniaga MGABIDJ1 XXX Jakarta
87 Bank Mizuho Indonesia,PT MHCCIDJA XXX Jakarta
88 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA XXX Jakarta
89 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA ABN Ambon
90 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA BLG Balige
91 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA BPN BALIKPAPAN
92 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA PSB Balikpapan
93 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA BDA Banda Aceh
94 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA BDL Bandar lampung
95 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA BDG Bandung
96 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA UPB Bandung
97 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA AYI Bandung- A yani
98 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA IKB Bandung-IKIP
99 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA ITB Bandung-ITB
100 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA JPK Bandung-P.Kemerdekaan
101 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA JJS Bandung-Sudirman
102 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA BKO Bangko
103 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA BJR Banjar
104 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA BBR Banjarbaru
105 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA BMS Banjarmasin
106 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA PAB Banjarmasin-P.Antasari
107 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA BWI Banyuwangi
108 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA BBI Barabai
109 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA BTM Batam
110 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA BTR Baturaja
111 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA BAU Bau-bau
112 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA BKS Bekasi
113 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA BLW Belawan
114 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA BKL Bengkulu
115 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA BIK Biak
116 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA BMA Bima
117 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA BRN Bireun
118 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA BIT Bitung
119 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA BLT Blitar
120 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA BGR Bogor
121 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA BRO Bojonegoro
122 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA BDO Bondowoso
123 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA BTG Bukittinggi
124 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA CPU Cepu
125 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA CAM Ciamis
126 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA CJR Cianjur
127 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA CKP Cikampek
128 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA CLP Cilacap
129 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA CLG Cilegon
130 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA CMI Cimahi
131 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA CRB Cirebon
132 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA DPS Denpasar
133 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA RNN Denpasar-Renon
134 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA MGD Depok
135 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA DLI Dili
136 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA DMI Dumai
137 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA END Ende
138 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA GRT Garut
139 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA GTL Gorontalo
140 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA GRK Gresik
141 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA GST Gunung Sitoli
142 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA IDR Indramayu
143 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA JPU Jakarta – Jakpus
144 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA KBY Jakarta – Keb Baru
145 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA KRM Jakarta – Kramat
146 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA KRK Jakarta – krekot
147 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA MDA Jakarta – Mangga Dua
148 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA PBU Jakarta – Ps.Baru
149 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA HII Jakarta- HI
150 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA APK Jakarta- HO Fin
151 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA JNG Jakarta- Jatinegara
152 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA JKT Jakarta- Kota
153 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA MTR Jakarta- Matraman
154 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA MTG Jakarta- Menteng
155 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA MDS Jakarta- Merdeka Slt
156 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA MDT Jakarta- Merdeka Tmr
157 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA PIM Jakarta- Pdk Indah
158 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA PCG Jakarta- Pecenongan
159 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA PTJ Jakarta- Petojo
160 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA PSM Jakarta- Ps Minggu
161 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA PKJ Jakarta- Ps. Koja
162 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA PMK Jakarta- Ps. Mayestik
163 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA JRS Jakarta -Rasuna Said
164 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA RPZ Jakarta- Ratu Plaza
165 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA RMA Jakarta- Roa Malaka
166 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA TAB Jakarta- Tanah Abang
167 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA MHT Jakarta- Thamrin
168 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA TPR Jakarta- Tj.priok
169 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA WEN Jakarta- Wisma 64
170 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA WAM Jakarta- Wisma Argo
171 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA BSH Jakarta-Bandara
172 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA DMG Jakarta-Daan Mogot
173 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA DKB Jakarta-Dukuh Bawah
174 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA FMI Jakarta-Fatmawati
175 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA GBR Jakarta-Gambir
176 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA GNS Jakarta-Gn sahari
177 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA HMN Jakarta-harmoni
178 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA DLN Jakarta-HO Int
179 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA RWM Jakarta-Rawamangun
180 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA SGI Jakarta-Semanggi
181 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA SNY Jakarta-Senayan
182 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA SNN Jakarta-Senen
183 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA SJK Jakarta-Syn Div
184 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA TEB Jakarta-Tebet
185 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA TRS Jakarta-Tre. Div
186 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA UID Jakarta-UI Depok
187 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA JBI Jambi
188 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA JPA Jayapura
189 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA JBR Jember
190 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA JPR Jepara
191 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA JBG Jombang
192 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA KJH Kabanjahe
193 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA KWG Karawang
194 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA KYA Kayu Agung
195 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA KBM Kebumen
196 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA KDI Kediri
197 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA KDR Kendari
198 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA KPG Ketapang
199 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA KLA Klaten
200 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA KTI Kota Bumi
201 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA KTM Kota Mobagu
202 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA KTU Kotabaru P. laut
203 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA KTJ Kuala Tanjung
204 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA KLT Kuala Tungkal
205 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA KKP Kualakapuas
206 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA KDS Kudus
207 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA KNG Kuningan
208 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA KPA Kupang
209 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA LGS langsa
210 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA LGA Legian
211 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA LSW Lhokseumawe
212 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA LLG Lubuk Linggau
213 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA LMJ Lumajang
214 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA LWK Luwuk
215 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA MAD Madiun
216 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA MGL Magelang
217 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA MJL Majalaya
218 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA MLG Malang
219 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA UBM Malang- Unibraw
220 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA MDO Manado
221 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA KNK Manado-Ps. Kanaka
222 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA MWI Manokwari
223 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA MTA Mataram
224 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA MRE Maumere
225 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA MDN Medan
226 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA USU Medan
227 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA JSM Medan-Sutomo
228 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA MET Metro
229 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA MBO Meulaboh
230 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA NNK Nunukan
231 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA PDG Padang
232 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA AYP Padang- A.yani
233 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA IBP Padang- Imam Bonjol
234 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA PDS Padang Sidempuan
235 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA PRY Palangkaraya
236 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA PBG Palembang
237 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA JAP Palembang-Ampera
238 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA BBP Palembang-Boom Baru
239 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA MSP Palembang-Musi
240 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA PLP Palopo
241 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA PLU Palu
242 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA PKN Pamekasan
243 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA PKP Pangkal Pinang
244 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA PKB Pangkalan Bun
245 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA PJG Panjang
246 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA PRE Pare-pare
247 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA PSN Pasuruan
248 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA PTI Pati
249 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA PYK Payakumbuh
250 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA PKL Pekalongan
251 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA PBR Pekanbaru
252 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA PPP Pekanbaru- Ps Pusat
253 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA PMT Pemangkat
254 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA PMS Pematang siantar
255 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA PLW Polewali
256 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA PON Ponorogo
257 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA PNK Pontianak
258 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA PSO Poso
259 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA PBM Prabumulih
260 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA PRB Probolinggo
261 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA PBL Purbalingga
262 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA PWK Purwakarta
263 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA PWO Purwokerto
264 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA PWR Purworejo
265 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA RKB Rangkas Bitung
266 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA RGT Rengat
267 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA SLG Salatiga
268 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA SMD Samarinda
269 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA SPT Sampit
270 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA SLP Selat Panjang
271 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA SMG Semarang
272 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA KRU Semarang-Karang ayu
273 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA UDS Semarang-Undip
274 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA SKG Sengkang
275 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA SRG Serang
276 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA SBG Sibolga
277 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA SDA Sidoarjo
278 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA SGL Sigli
279 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA SGR Singaraja
280 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA SKW Singkawang
281 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA STB Situbondo
282 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA SOR Sorong
283 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA SUB Subang
284 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA SKM Sukabumi
285 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA SBW Sumbawa Besar
286 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA SDG Sumedang
287 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA SMP Sumenep
288 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA SPN Sungaipenuh
289 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA SBY Surabaya
290 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA KBS Surabaya- Kus. bangsa
291 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA UAS Surabaya- Unair
292 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA USM Surabaya- Urip Sumoharjo
293 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA JTM Surabaya-Jemb. Merah
294 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA TPK Surabaya-Tj Perak
295 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA SLO Surakarta
296 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA PKS Surakarta-Ps.Klewer
297 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA SMR Surakarta-Univ 11 Maret
298 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA THN Tahuna
299 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA TRG Tangerang
300 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA TKR Tanjung Karang
301 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA TPN Tanjung Pinang
302 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA TRB Tanjung Redeb
303 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA TRN Tarakan
304 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA TMA Tasikmalaya
305 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA TTI Tebing Tinggi
306 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA TGL Tegal
307 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA TMG Temanggung
308 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA TBH Tembilahan
309 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA TNT Ternate
310 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA TBA Tj. Balai Asahan
311 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA TBK Tj. Balai Karimun
312 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA TBL Tobelo
313 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA TLI Toli-toli
314 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA TUB Tuban
315 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA TLA Tulung agung
316 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA UPG Ujung pandang
317 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA MAT Ujung pandang-Matoangin
318 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA WTS Watansopeng
319 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA WGR Wonogiri
320 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA WNK Wonokromo
321 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA WSB Wonosobo
322 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA YGY Yogyakarta
323 Bank Negara Indonesia (BNI), PT BNINIDJA UGM Yogyakarta-UGM
324 Bank Rakyat Indonesia BRINIDJA 001 Ambon
325 Bank Rakyat Indonesia BRINIDJA 002 Bagan Siapi-api
326 Bank Rakyat Indonesia BRINIDJA 037 Banda Aceh
327 Bank Perk. Surya Kencana PESKIDJ1 XXX Surabaya
328 Bank Niaga, PT. BNIAIDJ1 0J6 Bandung
329 Bank Niaga, PT. BNIAIDJA GMA Jakarta -Gajahmada
330 Bank Niaga, PT. BNIAIDJA THM Jakarta- Thamrin
331 Bank Niaga, PT. BNIAIDJA XXX Jakarta-HO
332 Bank Niaga, PT. BNIAIDJ1 0S2 Lampung
333 Bank Niaga, PT. BNIAIDJ1 0SS Medan
334 Bank Niaga, PT. BNIAIDJA SMG Semarang
335 Bank Niaga, PT. BNIAIDJA TUN Surabaya
336 Bank Niaga, PT. BNIAIDJ1 0D2 Ujung Pandang
337 Bank NISP NISPIDJA XXX Jakarta
338 Bank NISP NISPID61 0J3 Bogor
339 Bank NISP NISPID61 XXX Bandung -HO
340 Bank NISP NISPID61 0J4 Bandung-Andir
341 Bank NISP NISPID61 0J5 Cimahi
342 Bank Nusantara Parahyangan NUPAIDJ6 XXX Bandung
343 Bank OCBC Indonesia,PT OCBCIDJA XXX Jakarta
344 Bank of America N.A BOFAID2X XXX Jakarta
345 Bank of China BKCHIDJA XXX Jakarta
346 Bank of Tokyo-Mitsubishi UFJ,Ltd, THE BOTKIDJX XXX Jakarta
347 Bank Permata, Tbk ,PT BBBAIDJ1 0J6 Bandung
348 Bank Permata, Tbk ,PT BBBAIDJA XXX Jakarta
349 Bank Permata, Tbk ,PT BBBAIDJ1 0SS Medan
350 Bank Permata, Tbk ,PT BBBAIDJ1 0J8 Semarang
351 Bank Permata, Tbk ,PT BBBAIDJ1 0JD Surabaya
352 Bank Rabobank International Indonesia,PT RABOIDJA XXX Jakarta
353 Bank Rakyat Indonesia BRINIDJA 005 Bandung
354 Bank Rakyat Indonesia BRINIDJA 286 Bandung
355 Bank Rakyat Indonesia BRINIDJA 003 Banjarmasin
356 Bank Rakyat Indonesia BRINIDJA 331 Batam
357 Bank Rakyat Indonesia BRINIDJA 189 Bengkalis
358 Bank Rakyat Indonesia BRINIDJA 308 Biak
359 Bank Rakyat Indonesia BRINIDJA 079 Bima
360 Bank Rakyat Indonesia BRINIDJA 333 Bontang
361 Bank Rakyat Indonesia BRINIDJA 107 Cirebon
362 Bank Rakyat Indonesia BRINIDJA 317 Dili
363 Bank Rakyat Indonesia BRINIDJA 159 Dumai
364 Bank Rakyat Indonesia BRINKYKX XXX Georgetown
365 Bank Rakyat Indonesia BRINIDJA 026 Gresik
366 Bank Rakyat Indonesia BRINIDJA 206 Jakarta – KCK
367 Bank Rakyat Indonesia BRINIDJA 193 Jakarta- Keb. Baru
368 Bank Rakyat Indonesia BRINIDJA 019 Jakarta- Kota
369 Bank Rakyat Indonesia BRINIDJA 018 Jakarta- Tanah Abang
370 Bank Rakyat Indonesia BRINIDJA 370 Jakarta- Trade Fin
371 Bank Rakyat Indonesia BRINIDJA 230 Jakarta-Cut Mutia
372 Bank Rakyat Indonesia BRINIDJA 330 Jakarta-Fatmawati
373 Bank Rakyat Indonesia BRINIDJA 359 Jakarta-Gatot Subroto
374 Bank Rakyat Indonesia BRINIDJA 332 Jakarta-Hayam Wuruk
375 Bank Rakyat Indonesia BRINIDJA XXX Jakarta-HO
376 Bank Rakyat Indonesia BRINIDJA 122 Jakarta-Jatinegara
377 Bank Rakyat Indonesia BRINIDJA 335 Jakarta-Kramat
378 Bank Rakyat Indonesia BRINIDJA 261 Jakarta-Krekot Bunder
379 Bank Rakyat Indonesia BRINIDJA 340 Jakarta-Otista
380 Bank Rakyat Indonesia BRINIDJA 346 Jakarta-Ps.Pagi
381 Bank Rakyat Indonesia BRINIDJA 338 Jakarta-Roxi
382 Bank Rakyat Indonesia BRINIDJA 186 Jakarta-Tj. Priok
383 Bank Rakyat Indonesia BRINIDJA 329 Jakarta-Veteran
384 Bank Rakyat Indonesia BRINIDJA 020 Jambi
385 Bank Rakyat Indonesia BRINIDJA 021 Jember
386 Bank Rakyat Indonesia BRINIDJA 033 Kediri
387 Bank Rakyat Indonesia BRINIDJA 192 Kendari
388 Bank Rakyat Indonesia BRINIDJA 127 Kotabaru
389 Bank Rakyat Indonesia BRINIDJA 038 Kudus
390 Bank Rakyat Indonesia BRINIDJA 039 Kupang
391 Bank Rakyat Indonesia BRINIDJA 042 Langsa
392 Bank Rakyat Indonesia BRINIDJA 043 Lhokseumawe
393 Bank Rakyat Indonesia BRINIDJA 167 Luwuk
394 Bank Rakyat Indonesia BRINIDJA 051 Malang
395 Bank Rakyat Indonesia BRINIDJA 054 Manado
396 Bank Rakyat Indonesia BRINIDJA 052 Mataram
397 Bank Rakyat Indonesia BRINIDJA 053 Medan
398 Bank Rakyat Indonesia BRINIDJA 336 Medan
399 Bank Rakyat Indonesia BRINIDJA 130 Metro
400 Bank Rakyat Indonesia BRINUS33 XXX New York
401 Bank Rakyat Indonesia BRINIDJA 058 Padang
402 Bank Rakyat Indonesia BRINIDJA 059 Palembang
403 Bank Rakyat Indonesia BRINIDJA 063 Pangkal Pinang
404 Bank Rakyat Indonesia BRINIDJA 282 Pangkalan Bun
405 Bank Rakyat Indonesia BRINIDJA 170 Pekanbaru
406 Bank Rakyat Indonesia BRINIDJA 113 Pematang siantar
407 Bank Rakyat Indonesia BRINIDJA 071 Pontianak
408 Bank Rakyat Indonesia BRINIDJA 284 Rengat
409 Bank Rakyat Indonesia BRINIDJA 082 Samarinda
410 Bank Rakyat Indonesia BRINIDJA 163 Sampit
411 Bank Rakyat Indonesia BRINIDJA 083 Semarang
412 Bank Rakyat Indonesia BRINIDJA 086 Sidoarjo
413 Bank Rakyat Indonesia BRINIDJA 097 Solo
414 Bank Rakyat Indonesia BRINIDJA 092 Sukabumi
415 Bank Rakyat Indonesia BRINIDJA 096 Surabaya-Kaliasin
416 Bank Rakyat Indonesia BRINIDJA 211 Surabaya-Pahlawan
417 Bank Rakyat Indonesia BRINIDJA 328 Surabaya-Tj Perak
418 Bank Rakyat Indonesia BRINIDJA 172 Surabaya-Rajawali
419 Bank Rakyat Indonesia BRINIDJA 120 Tangerang
420 Bank Rakyat Indonesia BRINIDJA 098 Tanjung Karang
421 Bank Rakyat Indonesia BRINIDJA 131 Tanjung Pandan
422 Bank Rakyat Indonesia BRINIDJA 174 Tanjung Pinang
423 Bank Rakyat Indonesia BRINIDJA 283 Tebing Tinggi
424 Bank Rakyat Indonesia BRINIDJA 101 Tegal
425 Bank Rakyat Indonesia BRINIDJA 285 Teluk Betung
426 Bank Rakyat Indonesia BRINIDJA 175 Tembilahan
427 Bank Rakyat Indonesia BRINIDJA 103 Ternate
428 Bank Rakyat Indonesia BRINIDJA 343 Ujung Pandang-Somba
429 Bank Rakyat Indonesia BRINIDJA 050 Ujung Pandang-A.Yani
430 Bank Resona Perdania,PT BPIAIDJA XXX Jakarta
431 Bank Seri Partha SIPAIDB1 0B6 Amlapura
432 Bank Seri Partha SIPAIDB1 XXX Denpasar
433 Bank Seri Partha SIPAIDB1 0B2 Denpasar
434 Bank Seri Partha SIPAIDB1 0B4 Bangli
435 Bank Seri Partha SIPAIDB1 0B5 Klungkung
436 Bank Seri Partha SIPAIDB1 0B8 Negara
437 Bank Seri Partha SIPAIDB1 0B3 Peliatan-jembrana
438 Bank Seri Partha SIPAIDB1 0B7 Singaraja
439 Bank Seri Partha SIPAIDB1 0BT Tabanan
440 Bank Sinarmas SBJKIDJA XXX Jakarta
441 Bank Sumitomo Mitsui Indonesia,PT SUNIIDJA XXX Jakarta
442 Bank Surya Nusantara SUNUIDS1 XXX Jakarta
443 Bank Swadesi SWBAIDJA XXX Jakarta
444 Bank Swaguna SWABIDJ1 XXX Jakarta
445 Bank Syariah Mandiri BSMDIDJA XXX Jakarta
446 Bank Tabungan Negara (Persero), PT. BTANIDJ1 0SS Medan
447 Bank Tabungan Negara (Persero), PT. BTANIDJA XXX Jakarta
448 Bank Tabungan Negara (Persero), PT. BTANIDJ1 0JD Surabaya
449 Bank Tabungan Negara (Persero), PT. BTANIDJ1 0SS Medan
450 Bank Tabungan Pensiunan Nasional TAPEIDJ1 XXX Bandung
451 Bank UOB Buana, TBK, PT BBIJIDJA XXX Jakarta
452 Bank UOB Buana, TBK, PT BBIJIDJ1 024 Denpasar
453 Bank UOB Buana, TBK, PT BBIJIDJ1 0BD Denpasar
454 Bank UOB Buana, TBK, PT BBIJIDJA 002 Medan
455 Bank UOB Buana, TBK, PT BBIJIDJA 003 Surabaya
456 Bank UOB Buana, TBK, PT BBIJIDJA 004 Bandung
457 Bank UOB Indonesia UOBBIDJA BTM BATAM
458 Bank UOB Indonesia UOBBIDJA MDN Medan
459 Bank UOB Indonesia UOBBIDJA SBY Surabaya
460 Bank UOB Indonesia UOBBIDJA XXX Jakarta
461 Bank UOB Indonesia UOBBIDJA BDG Bandung
462 Bank Windu Kentjana WIKEIDJ1 XXX Jakarta
463 CITIBank, N.A. CITIIDJX MDN Medan
464 CITIBank, N.A. CITIIDJX SBY Surabaya
465 CITIBank, N.A. CITIIDJX XXX Jakarta
466 CITIBank, N.A. CITIIDJX BDG Bandung
467 Deutsche Bank AG DEUTIDJA DSI Jakarta- Sec
468 Deutsche Bank AG DEUTIDJA IBO Jakarta- Invest
469 Deutsche Bank AG DEUTIDJA XXX Jakarta
470 Deutsche Bank AG DEUTIDJA 001 Surabaya
471 Hagabank HAGAIDJA XXX Jakarta
472 Hagabank HAGAIDJ1 0J2 Jakarta-Perniagaan
473 Hagabank HAGAIDJ1 0J3 Jakarta- R.saleh
474 Hagabank HAGAIDJ1 0S2 Bandar lampung
475 Halim Indonesia Bank, PT HAINIDJ1 XXX Surabaya
476 Hongkong and Shanghai Banking Corp Ltd, THE HSBCIDJA BAN Bandung
477 Hongkong and Shanghai Banking Corp Ltd, THE HSBCIDJA BAT Batam
478 Hongkong and Shanghai Banking Corp Ltd, THE HSBCIDJA MDN Medan
479 Hongkong and Shanghai Banking Corp Ltd, THE HSBCIDJA SBA Surabaya
480 Hongkong and Shanghai Banking Corp Ltd, THE HSBCIDJA SEM Semarang
481 Hongkong and Shanghai Banking Corp Ltd, THE HSBCIDJA XXX Jakarta
482 Lippo Bank LIPBIDJA XXX Jakarta
483 Pan Indonesia Bank,PT PINBIDJA XXX Jakarta
484 Standard Chartered Bank SCBLIDJX MDN Medan
485 Standard Chartered Bank SCBLIDJX SBY Surabaya
486 Standard Chartered Bank SCBLIDJX SMG Semarang
487 Standard Chartered Bank SCBLIDJX XXX Jakarta
488 Standard Chartered Bank SCBLIDJX BDG Bandung
489 Woori Bank Indonesia,PT HVBKIDJA XXX Jakarta

Kode Bank Umum

Untuk melakukan transfer antar Bank (LLG/RTGS) melalui Anjungan Tunai Mandiri (ATM), Mobile Banking , Internet banking, pelaporan ataupun transaksi keuangan lainnya, diperlukan 3 digit kode (sandi) Bank umum yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia. Biasanya ada juga yang meminta kode cabang bank. Untuk kode cabang bisa ditanyakan ke bank yang bersangkutan.  Berikut 3 digit kode bank tersebut per tgl 2 Agustus 2008:

No Nama Bank Kode bank
01 ABN AMRO Bank NV 052
02 American Express Bank Ltd. 030
03 Anglomas Internasional Bank 531
04 ANZ Panin Bank 061
05 Bangkok Bank, Ltd 040
06 Bank (Sentral Negara Asing) 793
07 Bank Agroniaga, Tbk. 494
08 Bank Akita 525
09 Bank Alfindo 503
10 Bank Antardaerah 088
11 Bank Arta Niaga Kencana. 020
12 Bank Artha Graha Internasional 037
13 Bank Artos Indonesia 542
14 Bank Bengkulu (BPD Bengkulu) 133
15 Bank Bintang Manunggal 484
16 Bank Bisnis Internasional 459
17 Bank BNI 46 009
18 Bank BNI Syariah 773
19 Bank BNP Paribas Indonesia 057
20 Bank BPD Aceh 116
21 Bank BPD Bali 129
22 Bank BPD DIY 112
23 Bank BPD Kalteng 125
24 Bank Bukopin 441
25 Bank Bukopin Syariah 774
26 Bank Bumi Artha 076
27 Bank Bumiputera Indonesia 485
28 Bank Capital Indonesia 054
29 Bank Central Asia (BCA) 014
30 Bank Century (********bermasalah*********) 095
31 Bank China Trust Indonesia 949
32 Bank Commonwealth 950
33 Bank Credit Agricole Indosuez 039
34 Bank Danamon 011
35 Bank Danamon Syariah 771
36 Bank DBS Indonesia 046
37 Bank DIPO International 523
38 Bank DKI 111
39 Bank DKI Syariah 778
40 Bank Ekonomi Raharja 087
41 Bank Eksekutif Internasional 558
42 Bank Ekspor Indonesia 003
43 Bank Fama Internasional 562
44 Bank Finconesia 945
45 Bank Ganesha 161
46 Bank Hagakita 089
47 Bank Hagakita 159
48 Bank Harda Internasonal 567
49 Bank Harfa 517
50 Bank Harmoni International 166
51 Bank HS 1906, Tbk.(Bank Himpunan Saudara 1906) 212
52 Bank HSBC – The Hongkong & Shanghai B.C. 041
53 Bank IFI 093
54 Bank IFI Syariah 772
55 Bank INA Perdana 513
56 Bank Index Selindo 555
57 Bank Indomonex 498
58 Bank Indonesia 001
59 Bank International Indonesia Tbk. (BII) 016
60 Bank International Indonesia Tbk. (BII) Syariah 777
61 Bank Jabar 110
62 Bank Jabar Syariah 775
63 Bank Jambi (BPD Jambi) 115
64 Bank Jasa Arta 422
65 Bank Jasa jakarta 472
66 Bank Jateng (BPD Jawa Tengah) 113
67 Bank Jatim (BPD Jawa Timur) 114
68 Bank Kalbar (BPD Kalimantan Barat) 123
69 Bank Kalsel (BPD kalimantan Selatan) 122
70 Bank Kaltim (BPD Kalimantan Timur) 124
71 Bank Keppel Tatlee Buana 053
72 Bank Kesawan 167
73 Bank Kesejahteraan Ekonomi 535
74 Bank Lampung (BPD Lampung) 121
75 Bank Maluku (BPD Maluku) 131
76 Bank Mandiri 008
77 Bank Maspion Indonesia 157
78 Bank Mayapada International Tbk 097
79 Bank Maybank Indocorp 947
80 Bank Mayora 553
81 Bank Mega 426
82 Bank Mega Syariah Indonesia 506
83 Bank Merincorp 946
84 Bank Mestika Dharma 151
85 Bank Metro Express 152
86 Bank Mitraniaga 491
87 Bank Mizuho Indonesia 048
88 Bank Muamalat Indonesia 147
89 Bank Multi Arta Sentosa 548
90 Bank Multicor 036
91 Bank Nagari (BPD Sumatera Barat) 118
92 Bank Niaga 022
93 Bank NISP (Bank Nilai Inti Sari Penyimpan ) 028
94 Bank NTB (BPD Nusa Tenggara Barat) 128
95 Bank NTT (BPD Nusa Tenggara Timur) 130
96 Bank Nusantara Parahyangan 145 145
97 Bank OCBC 948
98 Bank of America, N.A 033
99 Bank of China Ltd 069
100 Bank of Tokyo-MitsubitshiI UFJ 042
101 Bank Papua (BPD Irian Jaya) 132
102 Bank Permata Syariah 784
103 Bank Permata Tbk 013
104 Bank Persyarikatan Indonesia 521
105 Bank Purba Danarta 547
106 Bank Rabobank International 060
107 Bank Rakyat Indonesia (BRI) 002
108 Bank Rakyat Indonesia (BRI) Syariah 776
109 Bank Resona Perdania 047
110 Bank Riau (BPD Riau) 119
111 Bank Royal 501
112 Bank Shinta Indonesia 153
113 Bank Sinar Harapan Bali 564
114 Bank Sri Partha 466
115 Bank Sulsel (BPD Sulawesi Selatan) 126
116 Bank Sulteng (BPD Sulawesi Tengah) 134
117 Bank Sultra (BPD Sulawesi Tenggara) 135
118 Bank Sulut (BPD Sulawesi Utara) 127
119 Bank Sumitomo Mitsui 045
120 Bank Sumsel (BPD Sumatera Selatan) 120
121 Bank Sumut (BPD Sumatera Utara) 117
122 Bank Swadesi 146
123 Bank Swaguna 405
124 Bank Syariah Mandiri 451
125 Bank Tabungan Negara (BTN) 200
126 Bank Tabungan Pensiunan Nasional 213
127 Bank UIB 536
128 Bank UOB Buana 023
129 Bank UOB Indonesia 058
130 Bank Victoria International 566
131 Bank Windu Kentjana 162
132 Bank Woori Indonesia 068
133 Bank Yudha Bhakti 490
134 BPR (Konvensional) 600
135 BPR (Syariah) 601
136 Centratama Nasional Bank 559
137 Citibank N.A 031
138 Deutsche Bank AG. 067
139 Halim Indonesia Bank 164
140 ING Indonesia Bank 034
141 JP. Morgan Chase Bank 032
142 Korea Exchange Bank 059
143 Liman International Bank 526
144 Lippo Bank 026
145 Non Prime Bank di luar Indonesia- terkait dgn bank 796
146 Non Prime Bank di luar Indonesia- tidak terkait dgn bank 797
147 Pan Indonesia Bank 019
148 Prima Master Bank 520
149 Prime Bank di luar Indonesia- terkait dgn bank 794
150 Prime Bank di luar Indonesia- tidak terkait dgn bank 795
151 Standard Chartered Bank 050

Aris “Idol” jadi karyawan telekomunikasi

Indonesia memilih “ARIS” di malam penganugerahan gelar Indonesian Idol 2008 yang berlangsung di Hall D JIExpo arena PRJ Kemayoran tgl 2 Agustus 2008. Januarismanto (23) yang lebih ingin disebut namanya dengan Januarisman Runtuwene memang layak menyandang gelar tersebut. Kemampuan olah vokalnya patut diakui. RCTI pun boleh berbangga dengan terpilihnya, karena acara ini kembali merebut perhatian. Jika tidak, mungkin reality show pencari bakat yang diadopsinya hampir saja kehilangan perhatian pemirsa di tahun kelimanya. Lewat ajang tersebut remaja diajak meraih impian secara cepat dan mudah untuk terjun ke industri musik hanya dengan suara. Sehingga wajar jika ada peserta yang tak peduli lagi berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk meraih suara. Sebagian mereka kini merana tetapi siapa pula yang tetap bahagia ?

Aris seperti bermimpi bisa tampil di ajang bergengsi. Kehidupan yang keras di kota besar telah membuatnya putus sekolah tetapi tidak putus asa untuk terus bekerja keras. Kereta Rel Listrik dan bis kota bak studio musik mobile bagi pengamen seperti dirinya. Keikhlasannya untuk membantu orang tua dan keluarganya sudah tidak laku dijual untuk menggugah simpati para pemirsa. Kematangan vokalnyalah yang mampu memberi jiwa pada setiap lagu dan membawanya ke depan pintu industri musik Indonesia. Bahkan lagu “Rasa yang tertinggal” milik ST12 didendangkan lebih bernyawa daripada pembawa lagunya sendiri. Prediksi tiga komentator Idol dan penyanyi kawakan sejak awal menuntun pemirsa agar cermat menyeleksi. Dan Melly Goeslaw pun akan tetap bernyanyi karena Indonesia memilih Aris.

Dulu, dirinya tak pernah mengira jika telepon genggam bisa mengangkat derajatnya. Perangkat itu memang tak pernah lepas dari kehidupannya. Dari tangan pemirsa, Aris berada di atas kenyataan. Sambil menangis, Fany-Istri Aris pernah menuturkan bahwa suatu ketika Aris rela menjual HPnya hanya untuk membelikan cincin di hari ulang tahunnya yang ke 19. Kini terulang lagi, istrinya pun kembali menangis karena SMS dan telepon dukungan pemirsa membantu mengiringi doanya. Aris hanya dapat memanfaatkan menuju cita-cita. Apa yang terjadi jika hanya sedikit pemirsa yang mau memilihnya ??? Maka sudah selayaknya jika ia selalu mengingat pesan ibunya, untuk tetap merendahkan hati ketika menjadi idola.

Dia tak perlu lagi susah-susah belajar etika, bahasa ataupun cara mengadatasi panggung. Bakat suara dan gitar kesayangannya bisa memupuskan semua kekurangannya. Orang sudah mengenal suaranya dan Indonesian Idol mempopulerkan namanya. Ini era digital, penyanyi bisa masuk ke lapangan pekerjaan yang telah disediakan operator telekomunikasi. Tanpa harus takut dibajak lagi atau mungkin hanya ada sedikit royalti. Tak perlu khawatir karena penyanyi tak lagi berpatokan dari berapa banyak copy yang terjual. Kini, Aris resmi menjadi karyawan operator telekomunikasi. Lagu “Harap kan Sempurna” yang dibawakannya di penghujung acara sudah dapat dinikmati sebagai Ring Back Tone. Dan Sony BMG telah melengkapinya dengan memberikan kontrak rekaman. Lagi-lagi telepon seluler menjadi titiannya menapaki tangga kesuksesan. Aris dulu dan kini akan kembali mengeluti dunia telepon genggam yang membuat harapannya selalu ada. Akankah keberhasilannya juga membuat semua pengamen ibukota berkhayal menjadi idola atau hanya sekedar berharap menjadi marketing operator telekomunikasi ? Lalu, siapa yang jadi idola sesungguhnya. ?? (DPH)


PHK menuntunnya jadi “tukang cuci maling”

PHK memang diibaratkan oleh karyawan seperti malaikat pencabut nyawa. Datang tiba-tiba dan tak kuasa mereka menghalanginya. Bagi yang masih muda mungkin kesempatan masih terbuka lebar, tapi apa jadinya jika usia sudah separuh baya dan pendidikan hanya tamat SMA. Belum lagi jika istri sedang hamil tua dan masih tinggal di rumah sewa. Rasanya darah berhenti mengalir seketika.

Tidak begitu dengan Solehudin, dua kali mengalami PHK tak membuat Udin patah arang. Dengan usia 36 tahun saat itu dan tak punya keahlian membuatnya sulit menjadi karyawan kembali. Dulu Udin memang pernah menjadi petugas kebersihan di sebuah perusahaan pengelola gedung. Tahun 1999 ia diberhentikan dan kembali memperoleh pekerjaan di sebuah restoran Jepang. Walhasil kurang dari 2 tahun , Udin kembali di PHK.

Hubungan yang baik dengan lingkungan di tempatnya dulu bekerja memutar akalnya untuk tetap mencari peluang di sana. Bermodalkan ember dan lap “kanebo” , Udin menjadi tenaga freelance pencuci mobil di lokasi parkir gedung tersebut. Udin diminta oleh pengelola agar hanya bekerja di parkir basement serta selalu menjaga kebersihan di lokasi tersebut. Penghasilannya lumayan, bisa mendekati 2 juta rupiah sebulan. Hasil ini mungkin tak bisa diperoleh jika ia hanya menjadi tukang cuci mobil di gerai terbuka yang tersebar di pinggiran jalan-jalan Jakarta. Aktivitasnya seperti layaknya karyawan biasa , datang pukul 8 pagi dan pulang pukul 5 sore. Banyak karyawan yang membawa kendaraan serta supir pribadi yang merasa terbantu dengan jasa Udin, apalagi ia hanya mencuci jika diminta. Pembayarannya terserah pelanggan, mau harian atau bulanan. Selain itu, parkir gedung lebih terjaga keamanannya. Udin tahu betul siapa pemilik mobil dan lambat laun terlatih membaca gerak-gerik wajah baru yang mencurigakan. Hingga kini tercatat sudah 3 kali dirinya menangkap pencuri. Gedung yang tadinya rawan pencurian kini mulai berkurang dengan kehadirannya.

Kadang Udin merasa prihatin dengan rekannya, Buyung. Udin dan Buyung memang pernah berbagi penghasilan di tempat yang sama. Kini pelanggan Buyung di gedung itu menjadi pelanggan Udin. Sementara Buyung pindah ke gedung baru beserta pelanggan Udin yang mengikuti pindahya perusahaan mereka . Hanya saja Buyung masih harus bermain kucing-kucingan dengan pengelola atau dengan petugas keamanan gedung di tempatnya yang baru. Begitu juga simpatinya untuk rekan seprofesi lainya di Jakarta. Harapannya sederhana, agar pengelola gedung tidak mendiskriminasikan mereka. Menurutnya, bagi pengelola gedung yang peduli justru akan membantu Jakarta menciptakan lapangan kerja baru. Manfaat diperoleh baik bagi pengelola maupun pengguna jasanya. Dari hasil jerih payahnya, Udin memang bisa membuat mobil para pekerja mengkilap . Seperti mengkilapnya bola matanya ketika untuk kedua kalinya memerangkap pelaku asusila di lokasi yang sama.(DPH)


Golput gratis ke semua operator..

Dari hasil Pilkada DKI 2007 jumlah golput mengalami peningkatan. Bagaimana dalam pemilu 2009 ? . Golput yang dimaksud bukan yang mempunyai permasalahan administratif dan teknis, tapi yang cenderung atas niat dan keinginannya sendiri. Sebagai warganegara yang baik mereka bebas untuk tidak menggunakan hak politiknya sehingga tidak perlu ada pemberlakuan sangsi . Alasan utamanya, mereka tak mau lagi memilih salah satu dari sekian banyak kesalahan. Golput adalah sebuah pilihan, mereka punya hak asasi untuk tidak dikekang. Inilah demokrasi seutuhnya, tak perlu diperdebatkan dan dikhawatirkan.

Pemilih dan yang dipilih punya kebutuhan. Yang dipilih hanya butuh suara untuk memenangkan dan mengenyangkan diri beserta kroninya. Sementara pemilihnya, hanya bisa gigit jari karena kebutuhannya tak diakomodasi. Maka lantas golput terus menerus bermetamorfosis dengan sempurna. Menjadi lebih fenomenal karena golput justru banyak diminati kaum berpendidikan. Padahal di sini, golput serta yang dipilih punya kesamaan kebutuhan dalam berkomunikasi. Mereka sama-sama memiliki telepon genggam.

Di Jakarta, komunikasi sudah menjadi keharusan. Telepon genggam bisa dimiliki berbagai kalangan dan bukan lagi dianggap barang mewah. Selain perangkatnya, warga hanya perlu memilih satu dari sekian banyak operator . Celakanya, hingga saat ini belum satupun operator yang telah mengakomodasi dan sesuai dengan keinginan kita. Idealnya, semakin banyak operator menjadikan semakin mendekati harapan pelanggan. Maka dari itu badan regulasinya bekerja keras untuk menjembatani kepentingan kedua belah pihak.

Warga Jakarta termasuk pengguna yang kritis. Tidak mudah terjebak iklan operator walau menggunakan artis atau mengemas janji-janji manis . Sebagian juga telah serius mencermati hitung-hitungan tarif. Tidak lagi ikut-ikutan atau sekedar bergaya tetapi mengarah pada selektifitas kebutuhan. Operator baru pun mesti memutar kreatifitas untuk menjaring minat. Yang lama gigih berjuang agar tak ditinggalkan. Keluhan pengguna yang tidak ditanggapi menjadi bumerang dan membuat hilangnya kepercayaan kepada operator. Kalau kecewa mudah saja, tinggal pindah dari satu operator ke operator lainnya. Kesalahan memilih operator dapat segera disadari dan ditanggulangi dalam waktu relatif singkat, walaupun tanpa sadar pengguna telah mengeluarkan biaya untuk menentukan pilihan. Pilihan terakhir akan jatuh pada operator yang kompetitif dengan yang layanannya paling mendekati kebutuhan meski mungkin masih jauh dari harapan. Kita tetap memilih satu dari sekian banyak yang mengecewakan hanya karena kebutuhan.

Hak pilih adalah sebuah kodrat alami dan menjadikannya sebagai komunikasi, tapi perlu waktu untuk menyadarinya menjadi kebutuhan . Padahal seorang pemilih tidak dikenakan biaya untuk menggunakan hak pilihnya. Beda dengan kesalahan memilih operator , sebuah kesalahan memilih pada pemilu bisa menyengsarakan selama satu periode. Lalu timbul pertanyaan , tidakkah kehidupan kita menjadi lebih sengsara jika kita tak punya komunikasi ? Peningkatan perubahan akan terjadi jika “komunikasi yang masih apa adanya” bisa terus dimanfaatkan. Kritisnya pengguna untuk memilih , lambat laun menyebabkan layanan operator berkembang dan bersimbiosis mutualisme. Tak ada beda antara yang diam dan menyuarakan. Faktanya, semua merasakan perubahan kemudahan dan keuntungannya. Jika simcard berlaku selayaknya kartu pemilih, akankah kita membuangnya hanya karena layanan dan tarif operator belum sesuai dengan keinginan ??? Buat yang akan dipilih tolong matikan HP anda 10 menit dan biarkan golput menentukan 10 menitnya untuk mengatakan tidak atau memilih berkomunikasi… gratis ke semua operator.(DPH)


Bandar Jakarta bikin Jak-TV mangkin demplon

Kekhawatiran bahasa Betawi yang akan mengintimidasi bahasa daerah lain menjadi keseriusan banyak pihak . Bagaimana tidak, tayangan televisi jaringan nasional memberi sumbangsih terhadap penyebarluasan bahasa ini ke seluruh Indonesia. Penggunaannya pada tayangan televisi jaringan nasional mencemaskan. Beda dari televisi jaringan nasional, televisi lokal Jakarta bebas menggunakan bahasa betawi sebagai pengantarnya. Jak-TV mulai menyikapinya secara positif ,di tengah gencarnya isu kapasitas muatan lokal. Sudah hampir 3 bulan ,sebuah tayangan berita berbahasa betawi bertajuk “Bandar Jakarta” disiarkan setiap Senin hingga Jum’at mulai pk 21.30 WIB. Lihatlah, Jak-TV sudah bangga menggunakan bahasa Betawi sebagai pengantarnya. Tidak tanggung-tanggung, Bang Margani-Kepala Dikmenti DKI Jakarta turun tangan sebagai salah satu pengisi “kamus bahasa” di penutup acara.

Bahasa Betawi yang terkenal lugas , tegas dan spontan diberitakan serta dilantunkan menjadi sebuah pantun yg memberikan nuansa segar bagi pemirsa. Lihat saja pantun menjelang jeda, “beli lontong ame arem-arem, buat digayem pagi-pagi, jangan dulu pade merem, Bandar Jakarta nti bakal balik lagi… Bukan hanya dari bahasanya , keragaman etnik Jakarta bisa diakomodir dari pembawa acaranye , tukang kekernye dan nyang ngarahin acaranye dan semuanye nyang ngedukung.

Tampilan teks berjalan mengenai beragam tanggapan pemirsa di tengah acara menyimpulkan bahwa tayangan ini ternyata bisa diterima kalangan luar betawi dan patut diacungi jempol. Tanggapan positif ini dapat dijadikan catatan wajib untuk tumbuh kembangnya sajian Jak-TV dalam mengemas budaya dan bahasa betawi. Penerapannya dikreasikan menyeluruh , seperti dalam pemilihan “abang Jakarta dan none Belande” yang sepintas terlihat hanya sebagai ajang mengejar popularitas. Dalam kasus lain adalah tentang nama Jak-TV dan slogannya My city my TV yang bahasanya ke-inggrisan, mungkin perlu diperlombakan agar lebih mengakrabkan unsur kebetawian dan kemajemukannya.

Memang tidak mudah mengedepankan unsur budaya dan bahasa lokal di tengah pluralitas pemirsanya . Dengan adanya “Bandar Jakarta”, warga Jakarta berharap agar Jak-TV bisa terus konsisten menguliti semua tayangannya. Tidak hanya pembawa beritanya yang bertutur kata , mungkin nanti berbagai acara dan film asing pun menggunakan bahasa betawi. Dan jangan lagi ada acara yang mudah dipolitisasi serta dikebiri. Mengambil cuplikan lagunya Bang Ben yang diplesetkan “Ee ujan gerimis aje, ikan bawal diasinin, e Jak-TV jangan dekem aje, biar banyak nyang nyaksiin “ (DPH)


Kerak telor “Pizzanya Jakarta”

Apa makanan khas Jakarta ? Kerak telor..?? Dimana mendapatkannya ? Apa yang membuatnya eksotik ?

  • Bahan dasarnya murah meriah : beras ketan putih, telur ayam/itik , serundeng plus bumbu-bumbu. Kesederhanaan yg bisa menghasilkan cita rasa yang unik.
  • Cara memasaknya yg berbudaya, mengajarkan hemat penggunaan BBM dan minyak goreng. Mengedepankan tradisi mengolah makanan sehat dan mengutamakan keasliannya dengan cara yang diturunkan pendahulu.
  • Daya tahannya, lebih lezat dimakan saat hangat. Tanpa pengawet, tapi masih tetap enak dimakan dalam 1×24 jam.
  • Kemasannya, ringkas dan mudah dibawa, cocok sebagai oleh-oleh khas dari Jakarta. Membuat tampil dengan kemasan yang kreatif akan menaikkan derajatnya.
  • Lokasinya, sangat misterius, menyelinap di sela-sela pelataran parkir pasar swalayan. Paling mudah ditemukan di arena PRJ. Bahkan sudah merambah ke kota lain di Indonesia, tetapi masih menjadi penganan langka di sini.
  • Pedagangnya, berapa banyak yang merupakan warga asli Jakarta ? Kurangnya pembeli jika tidak ada pagelaran betawi menjadi keluhan serius. Maukah penjajanya mengenakan pakaian tradisionil Betawi ?
  • Tanpa iklan, masih diminati. Bukan hanya warga Jakarta, tapi juga oleh warga luar daerah dan mancanegara.

Sebelum terlanjur basi, kerak telor harus dilestarikan dan dipopulerkan sebagai icon kuliner Jakarta . Kini kerak telor telah banyak digandeng hypermarket. Menjadikannya lebih hygienis, tapi kelezatan dan keasliannya meragukan. Bersanding dengan rekan jajanan khas lainnya , kerak telor butuh kepedulian dan kejelian para entrepreneurship untuk mengelolanya. Pemda harus terus berupaya mengangkat citranya bukan hanya dlm event tahunan, tapi juga dengan gebrakan lainnya. Kita pasti bisa berusaha maksimal untuk hasil maksimal.

Kelak, makin banyak peminat kerak telor bisa menikmatinya sambil mendengarkan iringan gambang Kromong. Bernostalgia, bukan hanya di hotel berbintang, tapi di megahnya pusat jajanan Jakarta Di tengah gegap gempitanya sergapan kuliner internasional. Belanda saja menggemarinya, malukah kita dianggap sbg kaum kapitalis yang lebih bangga memakan pizza asing dibanding produk lokal ? (DPH)


Pilkaret… jalan cinta kemajuan

RT 5, RW 3, 10 nomor rumahku…jalannya jalan cinta….” petikan lagu dangdut itu terdengar merdu didendangkan. RT dan RW memang seharusnya menjadi jalan cinta kesuksesan pemerintah. Ketua RT sebagai pemimpin sukarela dlm masyarakat terkecil punya beban besar yang harus ditanggung, untuk menerjemahkan kebijakan dan mengajak warga berpartisipasi aktif dalam pembangunan. RT lebih aspiratif, lebih mengenal watak warganya dan merupakan struktur kepemimpinan terkecil yang sudah terkondisi.

Kualitas RT akan menentukan kualitas sosial kemasyarakatan. RT punya peranan dalam managemen global pemerintah. Pemda memang tidak mengatur tata cara dan pemilihan ketua RT, semua diserahkan kepada warga yang dinaunginya. Akibatnya banyak warga yg berpotensi tidak berminat menjadi ketua RT. Sebuah alasan klise ketidakpedulian tentang kesibukan dan kurangnya sosialisasi individu. Kadang, Ketua RT dan RW dipilih hanya karena faktor usia, etnis, pengaruh dan kemauan dicalonkan. Hasilnya banyak ketua RT di Jakarta yang terkesan seadanya.

Kelurahan sebagai perangkat legal pemerintahan terendah, diharapkan mau untuk memberikan masukan tentang kualifikasi dan seleksi terhadap pemilihan RT dan RW di wilayahnya. Juga memberikan atensi lebih terhadap proses pemilihan serta menghadiri pelaksanaannya. Kehadiran lurah akan mampu memberikan suasana kekeluargaan dan membangkitkan motivasi kepedulian. Bukan hanya bergantung pada Dekel yang tak aspiratif dan menimbulkan kecemburuan. Pilkaret (pemilihan ketua rete – baca RT) dan proses sebelumnya, merupakan rangkaian yang tak bisa lagi disepelekan.

Jakarta bangga memiliki RT 002/ RW015 di kampung bulak yang peduli lingkungan. Jakarta justru bisa menciptakan komunikasi effektif antar RT di bantaran Ciliwung yang saling berbagi dalam managemen bencana. Jakarta akan lebih maju dengan tingginya kualitas ketua RTnya. Pilkaret jadi jalan cinta kemajuan. Mari jadi RT teladan.!!(DPH)


Tim Oranye masuk kotak

Ini bukan berita bola, tapi tentang bajaj lama yang harus segera dimusnahkan. Walau sering mengesalkan pengemudi, biar bagaimanapun bajaj masih digandrungi dan dibutuhkan warga pemukiman. Bajaj BBG pengganti bisa jadi andalan, ramah lingkungan dan penampilannya lebih manis, dibanding gencarnya promosi produk lokal “kancil” yang tak menarik. Bajaj adalah kendaraan impor yang bisa dijadikan angkutan bernuansa khas Jakarta. Bukan cuma dihias saat ikut festival. Memodernisasi bajaj lama dengan BBG merupakan jalan pembuka bagi terwujudnya kelayakan angkutan jalan. Supir bajaj dan penumpang setianya menanggapi positif pengalihan tersebut. Pemerintah bekerja keras, sementara oknum pemilik usahanya punya jawaban lain sebagai alasan.

Tarik ulur kordinasi dan birokrasi rekondisi bajaj, antara pemerintah dan asosiasi pemilik selayaknya dijadikan ajang pembelajaran. Sehingga percepatan kesepakatan dan proses pengalihannya bukan hanya bertujuan mematikan feature getar bajaj lama, tapi juga untuk mematikan proses kanibalisme spare part bagi perkembangbiakan bajaj bodong. Campur tangan oknum yang mencari keuntungan dan menghambat penyelesaiannya harus diberantas dengan ketegasan.

Tak perlu tawar menawar, tim oranye silahkan masuk kotak secara cepat dan teratur untuk diratakan. Biarkan bajaj BBG yang mengantongi ijin resmi dan teridentifikasi yang berkeliaran di lingkungan. Semoga penumpangnya tak lagi deg-degan. Semoga tak ada lagi suara knalpot yang memekakkan. Semoga tidak hanya Tuhan yang tahu kemana bajaj akan berbelok di jalan. Jakarta punya Bajaj BBG, bukan hanya mengejar setoran tapi juga mengejar wisatawan. Selamat jalan tim oranye.(DPH)


Kaki lima, langkahmu seperti berlari…

Kota kaki lima, begitu orang menyebutnya. Jakarta memang sasaran empuk kaum urban menggelar dagangan. Di setiap kerumunan, di situ dia bermunculan. Di situ pula rekan seperjalanan mengikuti langkahnya, “premanisme”. Kaki lima, premanisme dan pemerintah kota adalah perputaran yang sulit dihentikan. Tak bisa dipungkiri , karena kontribusi pendapatan yang tinggi disumbang sektor ini setiap tahunnya.

Kaki lima seolah menjadi sampah yang harus dimusnahkan. Merusak pemandangan kota, memperkeruh permasalahan sosial lingkungan, dan punya daya tarik tersendiri menambah jumlah pendatang. Jakarta tak bisa tampil anggun, jika gaun panjangnya terseret gerobaknya. Bagaimana memberdayakannya dan bagaimana pula menciptakannya menjadi ornamen arsitektur kota ? Sehingga tak ada lagi pejalan kaki yang memaki karena harus menepi.

Kita harus peduli bukan pada masalah tapi pada solusi. Kaki lima bukan komoditi untuk dikasihani, tapi difasilitasi. Menghindari membeli di tempat liar, membuat kaki lima gulung tikar. Menertibkan dan mencegah secara persuasif menghindari perbuatan anarkis. Melibatkan swasta yang memasok akan mempercantik sosoknya. Keseriusan dalam perkembangbiakan membuat tertutupnya lahan. Ketegasan pengurusan kependudukan akan membatasi jumlah ketertarikan. Ketulusan mengiklankan demi meningkatkan pendapatan. Dimana ada kemauan di situ ada jalan.

Tukang batu akik di Pusat Grosir Jatinegara kini sudah menjadi tujuan wisata mancanegara. Jakarta ternyata bisa melangkah dengan kaki lima yang tak lagi berlari. Tak ada lagi kerumunan yang mengganggu kenyamanan. Tak ada lagi transaksi jual beli dengan bonus pemerasan. Juga, tak ada lagi restribusi tanpa kejelasan …Kaki lima, bukan hanya kau, tapi Jakarta menaruh harapan(DPH)


Mau nyaman…mulai dari sekarang !!!

Mungkin saat ini transportasi publik masih belum sesuai dengan harapan kita. Tapi sanggupkahkah kita membuktikan bahwa kita punya derajat tinggi sebagai penumpang dari sekarang?…. Kadang kita ingin dilayani dengan baik ,tapi kita tak mau peduli untuk melayani. Tidaklah sulit menjadi penumpang yang baik, hanya butuh sedikit kepekaan diri kita. Malu rasanya menjadi warga yang mau nyaman tapi bisanya hanya merampas kenyamanan orang lain.

Biasakan kita membaca petunjuk yang tersedia. Semakin banyak kita mengadaptasi peraturan, menjadikan kita semakin elegan :

  • Membeli tiket di tempat resmi sesuai tarif
  • Antri saat : membeli tiket, menunggu, masuk atau keluar angkutan , serta dari dan menuju halte/stasiun/terminal.
  • Tertib menggunakan fasiltas yang disediakan untuk menunggu, masuk dan keluar menuju angkutan.
  • Prioritaskan tempat duduk untuk orang cacat, ibu hamil, ibu beserta balita dan orang tua, bayangkan jika mereka adalah keluarga kita.
  • Prioritaskan penumpang keluar terlebih dahulu.
  • Jangan memaksakan diri untuk naik angkutan jika berdesakan.
  • Tunggu hingga angkutan berhenti dengan sempurna demi keselamatan.
  • Patuhi larangannya :
    • Dilarang merokok,
    • Dilarang makan-minum di dalam angkutan dan area halte/terminal/stasiun . Makan dan minum hanya di tempat yang disediakan.
    • Dilarang membawa : barang yg berbentuk gas atau yg mudah meledak, senjata api atau senjata tajam, durian atau barang yang berbau menyengat, hewan atau tanaman, barang lebih dari 20 kg atau berdimensi lebih dari 50×50 cm, serta barang terlarang.
    • Dilarang membuang sampah sembarangan
    • Dilarang berdiri di pintu atau mengganggu jalur keluar masuk penumpang
  • Segera laporkan pada petugas yg berwenang jika ada kejadian yang menggangu kenyamanan

    Melihat orang lain seenaknya melakukan pelanggaran, membuat kita berpikiran sempit. Mencontoh, menjadikan kita sejajar dengan kualitas perilaku oknum yang kita tiru. Semakin banyak yang berbudaya demikian, semakin banyak pula fasilitas umum yang tak akan pernah berumur panjang. Jangan rusak nilai diri kita dengan membandingkan nilai orang lain. Berlaku teratur saja belum tentu jadi jaminan mencapai keberhasilan, tapi setidaknya kita sudah berada di jalan menuju kemajuan. Jakarta pasti bisa, jika masyarakatnya sudah mampu memperlakukan layanan publik dengan kepedulian.. Sementara pemerintah tinggal memfasilitasinya. Lengang, selonjoran sampai tujuan…dari peduli kita untuk sebuah slogan kenyamanan. (DPH)


Pilihlah sekolah yang lurus tak ada batu…

Kualitas sumber daya manusia merupakan faktor penting dalam pembangunan berkelanjutan. Semakin sulitnya proses pendidikan, semakin rendah pula kualitas SDM yang dihasilkan. Makin rendah kualitas SDMnya, makin sulit mengaturnya. Mudah membuat orang pintar , tapi tidak mudah menciptakan orang mengerti dan peduli. Mengerti akan kerbatasan seharusnya menjadi cambuk untuk melepaskan diri dari belenggu keterpurukan. Keterbatasan sekolah negeri bukan alasan untuk meraih kemajuan. Karena kemajuan dipengaruhi bukan dari tingkat pendidikan ,tapi dari kualitas cara kita mengerti, berpikir dan berbuat.

Jakarta sudah belajar mengerti, tahun 2006 tonggak pendidikan ditancapkan. SD – SMP telah digratiskan, SMA tinggal menunggu waktu. Tahun 2008 sistem penerimaan siswa baru untuk siswa SMP dan SMA pun sudah digratiskan. Sistem online mulai diterapkan, tapi tak ada petunjuk taktis tentang bagaimana menggunakan komputer untuk internetan. Buku elektronik gratis yang masih terbatas pun tidak bisa dimanfaatkan. Jelas, orangtua/wali murid yang gaptek dibuat bingung dan mengeluh. Padahal sistem tersebut sangat mempermudah , demokratis, akuntabel dan transparan.

Sistem seperti ini diharapkan dikembangkan secara berkesinambungan. Karena saat ini wacana gratis sering dipelesetkan. Harapan dari pembentukan Komite sekolah untuk pengembangan kualitas sekolah , malah cenderung dijadikan corong bagi pendanaan tanpa kejelasan. Penyediaan sarana penunjang menjadi dalih oknum guru dan penyelenggara untuk menambah penghasilan. Tindakan nyata harus secepatnya dilakukan, untuk menekan membengkaknya biaya pendidikan.

Orang tua murid jangan tinggal diam, harus kritis dan fokus terhadap solusi peningkatan kualitas pendidikan. Sharing keluhan antar orang tua bisa dijadikan media komunikasi alternatif yang effektif dan mudah dijalankan. Dampingi selalu putra-putri anda saat belajar di rumah, jika ada penyelewengan prosesnya di sekolah, kirim SMS keluhan dan pantau penindakannya. Pilih sekolah gratis yang tak ada batu, agar cita-cita tak terhambat. Kita pasti bisa, tunggu apa lagi, SPP, PSB, Bis sekolah gratis, ayo manfaatkan. ….(DPH)


Komunitas maya : bertindak utk perubahan…

Internet merupakan media effektif untuk mensosialisasikan konsep dan mempersatukan masyarakat. Menjamurnya layanan internet publik membuat warga semakin “melek” teknologi. Ada 3 komunitas maya yang menarik disimak yang bertindak demi sebuah perubahan. Dalam tahun yang sama, embrionya terlahir dari layanan transportasi Jakarta yang sekarat, mewadahinya menjadi komunitas penuh peduli. Gagasan , kepedulian dan niatan disertai tawaran solusi praktis harus mendapat apresiasi dan dukungan dari pemerintah. Salut… buat para konseptornya.

April 2005, KRLmania dgn mottonya “Yang Manis Beli Karcis, Yang Keren Beli Abodemen” mengajak kepedulian para pengguna KRL sejabodetabek beserta pihak terkait. Menampung aspirasi pengguna dan menjadi jembatan antara konsumen dgn managemen PT KAI tuk saling mereformasi diri. Informasi seputar kejadian KRL dan ide kreatif bagi peningkatan kualitas layanan transportasi, dihadirkan utk menerjemahkan transportasi massal agar bisa dinikmati dan diterima khalayak.

Agustus 2005, Bike to work (B2W) dideklarasikan untuk menyuarakan kepedulian lingkungan dengan transportasi yang mudah dan sehat. Penggunaan sepeda digagas untuk mendukung aktifitas keseharian adalah gerakan moral terwujudnya “Jakarta green city”. “Terciptanya jalur prioritas sepeda” merupakan visi luhur menuju lalu lintas yang bersahabat. Komunitas ini menjadi besar dan mampu menginspirasi kota-kota besar lain di Indonesia.

September 2005, komunitas “Nebeng” lahir untuk memberikan solusi alternatif transportasi bagi pekerja. Wacana aman ,nyaman serta berkontribusi bagi effisiensi dan effektifitas penggunaan kendaraan pribadi. Jawaban atas budaya gotong royong antara yang memberi tebengan dan penebeng menjadikan contoh bahwa invidualisme tak lagi popular. Konsep sederhana untuk peduli dan memberi alternatif layanan transportasi swadaya.

Tak ada gading yang tak retak, jangan jadikan masalah Jakarta sebagai kendala, Jakarta bisa menjadi inspirator Nasional. Ayo… siapa lagi yang mau peduli kalau bukan dari diri kita sendiri ? … (DPH)


Suami-suami takut istri : profil warga DKI

Sudah pernah lihat tayangannya ? Wajar , berlebihan , terlalu dibuat-buat atau kultur budaya ? Jargon “Makanya jangan macem-macem sama perempuan” mewakili emansipasi?. Suguhan yang semuanya pas : Bagi yang suka humor, pasti suka menonton komedi situasi pelepas lelah yang ditayangkan Trans TV dari Senin sampai Jum’at pukul 18.00-19.00 WIB ini. Memasuki episode yang sudah lebih dari 100, sejak tayangan perdana 15 Oktober 2007, SSTI arahan sutradara Sofyan de Surza dan diproduseri oleh Anjasmara, merupakan tontotan yang pas sebagai pengganti komedi situasi sebelumnya “Bajaj Bajuri”. Menjadi pas sebagai hiburan untuk tertawa, berseloroh, bercermin dan dimaknai.

SSTI terdengar miring, menuai protes keras pemirsa ke KPI dan Komnas Perempuan ,seluruhnya mengkritisi tentang siaran yang katanya tidak mendidik. Ada pula seorang Bupati yang menghimbau warganya agar tidak menonton acara ini. Siratan positif seharusnya nampak dari ketidakinginan kita kepada sesuatu yang berbau negatif. Tergantung dari sudut pandang mana kita melihat dan mencernanya.

SSTI merupakan profil warga DKI (Di bawah Kendali Istri), memang layak untuk komsumsi DKI . Tayangan ini merupakan pencerminan warga perkotaan khususnya Jakarta. Ibukota yg ganas digambarkan dengan tokoh ibu-ibu yg tak kenal kompromi… seenaknya… berlebihan…keterlaluan …dan cenderung kejam. Ibukota sbg penguasa begitu punya peranan, bisa membuat warganya patuh, berhak menjewer, bisa menghukum tapi bisa diajak diskusi . Tidak hanya itu ibukota punya rasa keibuan ,mengayomi, tenggang rasa , merasa bersalah dan tanpa segan meminta maaf. Semua campur aduk dalam lakon berlatar ekonomi sebagai sumber utamanya.

Adegan warga dengan berbagai macam etnis ini memiliki sifat bawaan pemeran dan tradisi masing-masing. Berbagai macam profesi yang dilakoni merupakan realita warga kota . Mang Dadang sebagai oknum aparat yang “sedikit-sedikit uang”, jarang mau bertanggung jawab dan sebagai keamanan malah sering memicu masalah. Namun Mang Dadang juga berlaku sebagai aparat yang benar. Tak hanya punya ide cemerlang plus solusinya, tapi juga bisa merangkul 3 istrinya yang multi etnis agar mereka mau patuh dan percaya. Pak RT sebagai pamong dengan segala urusan administrasinya harus menggunakan uang , masih didengar dan dihargai sbg orang tua . Profil warga dan aparat berserta oknum dalam multi lakon yang kontras dan lucu untuk ditonton.

Belum lagi visualisasi karakter anak-anak di sekitar kita : ada Karla yang selalu dimanjakan dengan uang menjadikannya anak borjuis. Namun, Karla juga butuh teman, butuh bimbingan dan mendambakan keharmonisan orang tuanya. Dia juga pintar dan kritis. Ada juga Lila yang lebih suka SMS-an daripada belajar. Lain lagi anak-anak yg dikomersilkan untuk mendapatkan uang, seperti 3 anak Mang Dadang. Semua profil anak-anak itu nyata tanpa sadar oleh bentukan-bentukan kita sendiri atau merupakan ekploitasi anak. Justeru itu kita dituntut untuk mendampingi putra-putri kita saat menonton

Coba lihat: welas orang jawa yang dispelekan karena lambat tapi kadang punya jurus jitu, dan mbak Pretty “janda ikan asin” yang selalu berniat baik tapi selalu dianggap negatif . Pelecehan dan sebuah sample keikhlasan yang selalu dilekatkan pada citra negatif. Itulah gambaran watak kita dari sebuah komunitas multi dimensi. Sinetron ini punya masalah keseharian yang tak kunjung selesai dan ada di depan mata. Situasi yg membuat pelakon untuk berpikir dan bertindak dalam menghadapi persoalan yang sedang trend sehingga menarik untuk dicermati. Pesan tentang banyak anak dengan sulitnya ekonomi juga diadaptasi sebagai tokoh Mang Dadang.

Solusi masalah dimunculkan berupa trik yang mudah dan singkat yaitu kesadaran para tokoh yang melakoninya. Entah apa yang dipikirkan sang pembuat skenario sehingga membuat kita merasa perlu mengapresiasi. Kompleks di dalam komplek begitu tepatnya: ada warga, ada aparat, ada lingkungan , ada etnis, ada profesi, ada perilaku, ada oknum, ada masalah dan ada solusi .Semua lengkap yang dikemas dalam miniaturnya, mengajak kita berkaca melihat diri sendiri untuk perbaikan sebuah komunitas. Yang sering berkaca pasti akan lebih memiliki wajah yang rupawan. Mari berkaca Jakarta !!(DPH)


Belajar dari Pilkada DKI …

Sudah bukan jamannya lagi dilarang bicara . Kritik bukan barang tabu untuk dipublikasikan. Sekarang era demokrasi, semua harus terlihat transparan. Publik butuh bukti dan tak lagi mau dibohongi janji.. Tapi dalam kenyataan , di setiap penyelenggaraan pesta politik tak bisa dipungkiri memiliki banyak kecurangan. Politik memang kotor, bersih menjadi hal yg didambakan.

Jakarta tak mau ketinggalan. Tgl 8 Agustus 2007 lalu, Jakarta melakukan Pilkada untuk pertama kalinya. Sebuah produk otonomi daerah untuk memilih langsung Gubernurnya.

Deklarasi cagub dan cawagub periode 2007-2012 itu sendiri dilaksanakan tgl 26 Maret 2008. Hanya ada 2 pasang calon yang dilegitimasi yaitu :

Siapa yg menang ? Dari hasil akhir rekapitulasi perhitungan suara oleh KPU DKI Jakarta , Pilkada ini dimenangkan oleh pasangan “Bang Foke: dengan hasil 2.109.511 suara (57,87%) dan sisanya 1.535.555 suara (42,13%) untuk pasangan “Bang Adang”.

Terlepas dari : yang menang dan kalah, pelanggaran cara berkampanye, menarik simpatisan, janji-janji politik, kekhawatiran akan banyaknya golput, netralitas oknum dan selurus proses kecurangan penyelenggaraan pilkada DKI dari hulu hingga hilir, ada beberapa sorotan positif untuk hajatannya warga DKI ini .

  • Pilkada sesuai jadwal yang telah ditetapkan sebelumnya. Kekhawatiran akan mundurnya jadwal pelaksanakan tidak jadi kenyataan. Jelas …mundur berarti masalah dan anggaran tambahan. Tapi Jakarta punya komitmen dan membuktikan berani berucap berani berbuat.
  • Proses kampanye pilkada DKI terbilang aman, walaupun masih ada gesekan antara oknum peserta kampanye/simpatisan, oknum aparat yang tidak netral,dll . Ini tak lepas dari peran aparat keamanan dan partisipasi warganya yang peduli untuk mensukseskan pilkada ini.
  • Tidak adanya pemilihan putaran kedua. Karena calonnya hanya dua, maka jelas yg mendapat suara lebih besar dari 50% otomatis akan menjadi cagub dan cawagub terpilih. Sehingga dana yang dianggarkan untuk kampanye dan pemilihan putaran kedua bisa dialokasikan ke pos lain. Mungkin di pemilihan akan datang ada calon independen , sehingga calonnya beragam, tetapi yang perlu diperhatikan tetap menjaga kualitas pemimpinnya.
  • Penghormatan atas hasil pilkada dari pasangan yang kalah. “Bang Adang” mengucapkan selamat kepada “Bang Foke” pada tgl 9 Agustus 2007 di Hotel Sari Pan Pasific. Padahal hasil resmi pilkada belum diumumkan. Ini adalah sebuah keteladanan yang seharusnya dimiliki oleh semua pemimpin. Bukan hanya itu saja, Fraksi PKS yang mengusung “Bang Adang”, juga menyatakan akan mendukung program cagub dan cawagub terpilih. Dari pernyataan pemimpinnya, massa pendukung yang kalah juga berlapang dada menerima kekalahannya. Sungguh iklim demokrasi yang mengesankan yang dicontohkan Jakarta.
  • Kedua belah pihak percaya akan hasil Lembaga survey dengan hasil perhitungan cepatnya (quick count). Dari point dia atas terlihat, tanpa mengesampingkan dan bersabar menanti hasil perhitungan suara resmi dari KPUD kepercayaan itu memang harus ditumbuhkan . Massa pendukung juga tidak merasa resah dengan adanya hasil lembaga ini. Artinya SDM jakarta sudah menunjukkan kualitas yang beda.
  • Kedua pasang calon pemimpin memiliki situs internet. Penggunaan teknologi informasi untuk berkampanye sudah dicontohkan oleh kedua pasangan ini. Semua informasi dapat dilihat dari situs resminya sehingga warga yang sudah melek teknologi bisa mengetahui profil dan program pemimpin mereka. Dari sini, sebuah contoh kampanye modern Jakarta bisa menjadi contoh pilkada nasional.

Ulasan di atas merupakan realita yang telah dijalankan dan dialami warga Jakarta. Jakarta telah membuktikan bahwa dirinya bisa mencontohkan cara berpartisipasi aktif dalam berpolitik. Semoga lebih baik lagi di masa datang ,tidak ada lagi golput , tidak ada lagi warga yg tak terdaftar, dan warga semakin sadar bahwa suara itu bermanfaat. Karena kita butuh sosok pemimpin yang diidamkan agar Jakarta ini maju. “Ayo Jakarta Bisa”.(DPH)


Busway sebuah konsep untuk bergerak

Terlepas dari pro dan kontra, busway merupakan salah satu pilar yang dibangun untuk mengatasi kemacetan dan transportasi di Jakarta. Salut untuk Bang Yos beserta jajarannya yang menggagas dan mengimplementasikan busway sebagai moda transportasi umum baru di Jakarta. Jalur busway rencananya akan terbentang di Jakarta dan terpanjang di dunia , mulai dari koridor I (Blok M- Kota) hingga rencananya koridor XV (Blok M – Lebak bulus). Peresmian koridor I tgl 15 Januari 2004 merupakan awal langkah positif menuju cita-cita angkutan modern Jakarta. Dgn harapan mengatasi kemacetan , mengajak warganya menggunakan transportasi umum dan mengurangi polusi perlu didukung kita semua. Kapasitas angkut yang banyak, jaringan koridor yang menjelajah ke semua wilayah mobilitas tinggi ,merupakan kebangkitan sebuah konsep untuk bergerak.

Semua pihak jangan membanding-bandingkan dulu proses pelaksanaannya dengan sistem serupa yang ada di luar negeri. Manfaat baru akan dirasa jika kita semua mau dan mulai peduli. Mengambil yang baik dan diadopsi di sini.

Kalau saja moda ini dirasa kurang efektif maka jangan lantas mencaci , mengkritik apalagi sampai bertindak anarkis. Jangan mengeluh sebab jalan jadi tambah sempit karena busway, tapi berusahalah dari diri sendiri untuk pindah lajur ke koridor Busway (dengan naik busway tentunya). Jangan pula egois dengan menghambat jalur busway. Adilkah kita , dengan menggunakan kendaraan pribadi di jalur busway ?. Beri masukan yang baik yang tidak menghukum dan menyepelekan demi sebuah perbaikan.

Buat para pelaksananya, banyak–banyaklah mengurut dada dan tersenyum. Penumpang harus dilayani dengan penuh keramahan. Tanggung jawab dgn penuh dedikasi yang mengedepankan proses pelayanan dipercayakan kepada anda. Warga akan sopan jika anda meneladani kesantunan.

Begitu juga pengelolanya, jangan merasa besar kepala dan arogan, karena masih banyak parameter pelayanan yang harus ditingkatkan. Evaluasi yang terencana, terpadu dan terus menerus untuk meningkatkan kualitas layanan. Tanpa evaluasi kita hanya bisa membangun dan membuat tanpa bisa merawat serta menjaganya. Kebaikan niat untuk mengubah pola pikir masyarakat berpindah dari kendaraan pribadi menjadi prioritas. Berapa banyak konsumerisme yang bisa ditekan dan pembiasannya terhadap sektor lain. Warga tidak ingin usaha keras anda ini menjadi sia-sia.

Segala hal jangan dijadikan alasan untuk pembelaan,semua harus belajar bertanggung jawab, semua harus menghargai, semua perlu waktu, semua butuh kerja keras, tidak cukup hanya satu periode jabatan gubernur DKI untuk busway. Karena di sini berbagai macam karakter dan keunikan warganya membutuhkan waktu tidak kurang dari setengah umur kita, untuk mau dan mulai berubah. Kita semua punya peranan agar kota ini punya transportasi modern yg effektif dan effisien. Amin….(DPH)


AMANAT lines kutunggu kehadiranmu…

Kalau dipikir , Jakarta kurang apa, semua moda transportasi ada : bis Kota, metromini, mikrolet, taxi, bajaj , KRL, ojek motor sampai ojek sepeda. Untuk tarifnya mulai dari kelas murah meriah sampai yg mahalpun ada, tapi kenapa transportasi umum Jakarta begitu menyedihkan???

Dari beberapa opini yg dijaring ,ada beberapa hal yg membuat orang malas naik angkutan umum :

  • Tidak aman dan nyaman
  • Tarifnya tidak sesuai dengan pelayanannya.
  • Tidak tepat waktu
  • Jalur trayeknya belum menjangkau
  • Budaya gengsi
  • Tidak memiliki uang receh
  • Dalam kondisi hamil , cacat atau ketidakmampuan lain
  • Ada keperluan yang mengharuskan
  • Mobilitasnya kebanyakan malam hari
  • Tempat asal dekat dengan tempat tujuan
  • Cuaca sedang tak bersahabat

Warga yang sudah menggunakan angkutan umum biasanya dikarenakan :

  • Kendaraan pribadinya sedang bermasalah
  • Tidak punya kendaraan pribadi, mau tidak mau
  • Tidak enak badan
  • Parkir yang sulit dan mahal
  • Tidak mengetahui rute jalan
  • Menjaga kesehatan jiwa dan raga
  • Tidak memiliki SIM
  • Bersama-sama sat tujuan (jemputan)
  • Mencari peluang
  • Lebih cepat sampai tujuan
  • Kesadaran dan kemauan sendiri
  • Tanpa alasan yang jelas ….

Sebenarnya transportasi umum apa sih yang dikehendaki warga Jakarta ? Jakarta butuh “AMANAT” lines (Aman, Menjangkau,Nyaman dan Terpadu). Pemerintah menyediakan dan warga memanfaatkan, kedua belah pihak menjaga amanat.

  • Aman : aman di angkutan itu sendiri, aman menuju / meninggalkan / di tempat pemberhentian (halte atau terminal) dan aman di perjalanan.
  • Menjangkau : menjangkau seluruh wilayah terutama dari dan ke kota-kota penyangga (Bogor,Depok,Bekasi dan Tangerang) , dan menjangkau dengan tarif yg kompetitif serta berpihak ke semua golongan. Selain itu juga menjangkau waktu setidaknya mulai pk 04.30 s.d 24.00 WIB setiap hari.
  • Nyaman : nyaman di angkutan, halte/terminal dan selama perjalanan.
  • Terpadu : semua sistem transportasi terintegrasi satu sama lainnya. Proses transfer angkutan yang baik, penggunaan sistem satu tarif , kepastian layanan serta ketepatan waktunya .

Dengan adanya moda transportasi yang demikian, maka Pemda akan memperoleh peningkatan pendapatan dari sektor transportasi dan berimbas bagi peningkatan sektor lainnya. Warganya juga akan memperoleh banyak manfaat, mobilitas yang tinggi dan cepat, effektif dan effisien. Kita semua berharap kelak warga Jakarta dan Pemda bangga dengan transportasi umumnya . Semoga !!!(DPH)


Macet …batu sandungan

Tidak heran melihat Jakarta setiap hari macet, macet sudah menjadi penyakit, bukannya Jakarta kalau tidak macet. Semua merasa diburu waktu dan egois.

Kemacetan di Jakarta menjadi batu sandungan, membuat meringis dan luka yang tak kunjung sembuh . Makanya warga Jakarta dan sekitarnya jadi lebih konsumtif dibanding kota-kota besar lain di Indonesia. Bagaimana mau effisien ?? Bagaimana mau maju jika tidak effisien ??? Padahal kalau saja tidak macet pasti banyak hal yg bisa diperbuat.

Beberapa faktor penyebab macet diantaranya :

  • kendaraan pribadi yang tidak seimbang dengan jumlah jalan
  • Belum adanya transportasi umum massal yang berpihak.
  • Rambu-rambu dan lampu lalulintasnya belum dimanage secara maksimal.
  • Peraturan lalulintas yang tidak tegas. Pelanggaran lalulintas terjadi dimana-mana, egoistis pengendara
  • Infrastruktur jalan beserta pendukungnya yg belum tertata rapi.
  • Kurangnya koordinasi yang baik dan menyeluruh antar instansi yang berwenang.
  • Kaki lima yang belum dimaksimalkan keberadaannya.
  • Gerbang dan parkir di tempat pelayanan publik kurang tertata
  • Adanya kejadian khusus di jalan raya
  • Masalah yg timbul akibat cuaca
  • Budaya masyarakat berlalulintas
  • Tidak jelas….tidak ada penyebab … macet juga…???

Kebutuhan akan transportasi umum massal sudah mendesak. Jelas, warga butuh akan moda transportasi umum yg menjangkau seluruh wilayah, murah, aman, nyaman serta baik pengelolaannya. Beralihnya mobilitas naik angkutan umum akan tumbuh dengan sendirinya. Dan kita hanya bisa berharap mudah-mudahan Jakarta akan menjadi salah satu ibukota negara yg bebas macet. Bayangkanlah jika setiap hari seperti saat lebaran tiba, lengang, sepi, lancarrrrrrrrrr…dan aman . Suatu saat, jalan raya Jakarta serasa seperti lebaran, dengan kemauan, kepedulian dan kontribusi warga berserta semua pihak berwenang tentunya. (DPH)


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 99 other followers