Kopaja AC – komprominya pengusaha angkutan jakarta
Bukan maksud mengekor Patas AC atau Mikrolet AC yang telah lebih dulu ada dan hilang ditelan jaman. Setelah molor dari waktu pengoperasionalan kurang lebih seminggu,Senin ini (8 Agustus 2011) , rencananya PT Koperasi Angkutan Jakarta (Kopaja) akan mengoperasikan Kopaja berpendingin udara . Kopaja AC ini nantinya akan dikelola oleh PT Sarana Monas Adiguna. Keterlambatan tersebut tak terlepas dari kendala teknis dan administrasi . Memang lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.
Sebuah langkah menuju pola layanan angkutan yang manusiawi didukung armada yang layak. Mengusung mesin Toyota Dyna 110 PS besutan Central Karoseri, jenis ini dikenal kuat, gesit dan mantap di jalan mulus. Varian ini juga memiliki kemampuan melaju cepat, bermanuver lincah di tikungan, jalanan sempit dan lalu lintas yang ramai. Konsumsi bahan bakarnya irit, spare part yang banyak tersedia di pasaran,membuat biaya operasionalnya dapat ditekan. Untuk tahap pertama operasi kopaja AC ini akan diluncurkan 20 unit bus dari rencana tambahan 75 bus yang akan disediakan.
Lalu apa yang membuatnya terlihat beda dari angkutan reguler yang sudah ada :
- Perubahan manajemen perusahaan angkutan, meliputi perubahan sarana dan prasarana (pool,workshop, bengkel,dll) hingga SDMnya. Semoga juga bukan bagian dari politik pencitraan. Merupakan awal yang baik untuk ditiru pengusaha angkutan lain yang cenderung mengeruk untung daripada memberikan layanan terbaik.
- Ber-AC, jelas akan menawarkan kenyamanan tersendiri buat penumpangnya. Asal jangan supir dan kondekturnya merusak kenyamanannya dengan merokok di dalam bis.
- Pembatasan penumpang, dengan penumpang yang duduk 27 orang dan berdiri 8 orang, dan memiliki indikator kapasitas penumpang, tak akan membuatnya Kopaja AC ini jadi PPD (Padet Padet Diri). Calon penumpang bisa melihat indicator tersebut seperti taksi yang sudah ada penumpangnya. Lain daripada itu semoga juga meminimalisasi berkeliarannya pengamen dan para penyair yang baru keluar penjara di angkutan umum.
- Warna, kopaja yang biasanya catnya didominasi warna putih-hijau,pada kopaja ac diganti warnya menjadi silver – hijau yang membuatnya terlihat lebih elegan. Mudah-mudahan gak dicorat-coret tangan usil karena lewat di jalan biasa.
- Penggunaan sliding door dengan turn style system untuk keluar masuk penumpangnya. Lebih aman dan teratur. Masuk lewat depan dan turun lewat belakang.
- Berhenti di halte dan dirambu yang ditentukan , untuk menaikkan dan turunkan penumpang. Dengan harapan penumpang terbiasa antri dan tertib naik turun angkutan ini. Haltenya adalah halte bis biasa yang gak perlu turun naik tangga. Dan rambu tertentu yang akan disiapkan. Lebih simple dan praktis.
- Tidak memerlukan infrastruktur khusus. Bukan seperti busway yang memiliki jalur khusus.
- Rentang antar kendaraan 15 menit sekali, dengan maksud penumpang gak jemu nunggu angkutan ini. Mudah-mudahan betul-betul terealisasi, bisa dibayangkan jika busway yg punya jalur khusus saja belum bisa tepat waktu.
- Awaknya digaji, untuk supir 2,6 jt/bln dan kondektur 2,1 jt/bln di luar asuransi . Tujuannya bukan melulu mengejar setoran dan supir gak ugal-ugalan,sehingga akan menjadikan kopaja layaknya kopaja (angKOt yg PAtuh di JAlan). Selain itu juga untuk membentuk opini masyrakat dengan angkutan yang selama ini ada, layanan yang kurang baik, kotor dan bikin deg-degan. Padahal makin banyak ya orang yang berdoa di dalam bis kalo supirnya ugal-ugalan J
- Awaknya berseragam dan ada yang perempuan. Sebelum berangkat dari pool, para awak diperiksa dulu kondisi kesehatannya .
- Trayeknya gak bersinggungan dengan busway. Dengan nomor S13 jurusan Ragunan – Slipi lewat : Cilandak KKO, TB Simatupang, Lebak Bulus, Pondok Indah, Gandaria, Velbak, Pakubuwono, CSW, Ratu Plaza ,Senayan ,Semanggi, Slipi pp, jelas tidak mengambil nafkah busway.
- Tarifnya sama dengan kopaja reguler, tarif awal dipatok Rp 2000 dengan pemberian karcis oleh kondektur. jadi gak perlu ekstra ongkos. Mudah-mudahan tidak dinaikkan dengan alasan demi peningkatan kualitas layanan yang lebih baik
Terlepas dari perbedaan tersebut, siapa yang akan memonitor pelanggaran pengoperasiannya. Sehingga tidak muncul presepsi hanya indah pada awalnya. Aspek lain adalah masih digunakannya BBM, padahal BBG lebih ramah lingkungan. Selain itu mungkin yang perlu dipikirkan para pemegang kebijakan di jalan adalah membuat pintu masuk kopaja setinggi pintu masuk busway dan haltenyapun dibuat setinggi halte busway. Sehingga memaksa calon penumpang untuk turun naik di halte yang disediakan dan gak ada yang loncat di jalan. Semoga Amanat Lines cepat tersedia khususnya di ibukota untuk mengatasi lalulintas yang setiap harinya pamer paha (padat merayap tanpa harapan)……(DPH)
Pilih ERP atau “ERP”
Pemda DKI rencananya akan memberlakukan Electronic Road Pricing (ERP) tahun 2012.ERP jika diIndonesiakan artinya jadi Jalan berbayar elektronik. Sistem ERP ini akan menggantikan system KPP (kawasan Pembatasan Penumpang) atau biasa disebut 3 in 1 yang dianggap kurang efektif. Sistem ini diadopsi dari beberapa kota di dunia, seperti tetangga kita Singapura, Stockholm dan London. Padahal di Hongkong, Tokyo dan Bangkok gak jadi diterapkan. Seperti biasa yang jadi pertanyaan seberapa efektifkah sistem ERP ini? Jakartabisa gak berkompeten untuk menjawab, karena gak pernah ikutan studi banding ke luar negri dan juga bukan pakar transportasi perkotaan.
)
Dari kacamata orang awam, kalo jalan berbayar namanya jalan tol, lalu apa bedanya? ERP ini akan diberlakukan pada ruas jalan tertentu (jalan bukan tol) dan pada waktu tertentu. Menurut rencana jalan Thamrin, Sudirman dan HR Rasuna Said. Jadi hanya kendaraan tertentu yang bisa lewat. Tentunya kendaraan yang bersedia membayar tarif ERP. Ruas jalan ERP terlebih dahulu dipasang perangkat pada gerbang (gate) yang akan berfungsi memindai setiap kendaraan yang akan memasukinya. Dan kendaraan yang akan lewat telah terlebih dahulu mengaktifkan alat yang namanya In vehicle Unit (IU).
IU ini harus dipasang di kendaraan (baik mobil maupun motor, baik pribadi maupun umum) oleh bengkel tertentu yang ditunjuk. Ketika memasuki gerbang ERP yang menyala, maka IU harus aktif dan kartunya harus memiliki deposit dana di dalamnya. Dana tersebut akan otomatis terpotong menurut biaya yang ditetapkan di jalur ERP itu. Bentuk kartunya seperti kartu debit,yang dikeluarkan institusi tertentu. Kartu ini bisa disi ulang, kalo di Singapur biasanya di 7-11 store (baca seven eleven). Lalu apa ada hubungannya berdirinya beberapa 7-11 di Jakarta akhir-akhir ini dengan penerapan system ERP tsb ?? nah lho…
Trus di ruas jalan ERP akan dipasang kamera yang berfungsi untuk memonitor kendaraan yang lewat. Jadi kalo ada yang melanggar atau gak ada dana di IUnya bisa dideteksi. Kunci kelancaran sistem ini adalah “Kebijakan pemerintah yg tegas“ dan “kehandalan sistem serta peralatannya” . Bayangkan kalo ada mobil yang nyelonong masuk jalur ERP, trus gak punya IU, kamera di gatenya pas gak berfungi, begitu berfungsi dan dideteksi ternyata alamat pemilik kendaraan gak pernah diupdate. Nah dendanya mo dikirim kemana ??
Beda dari ERP yg kelewat ribet di atas, “ERP” yang satu ini singkatan dari “Enakan Rangkul Pengojek”. Jelas, ojek adalah salah satu transportasi yang lebih kebal macet di Jakarta. Kalo ERP yang satu mengontrol kemacetan, ERP yang ini menghindari kemacetan. Bedanya ERP yang pertama baru akan diterapkan, ERP yang kedua sudah berjalan. Coba tengok www.go-jek.com , ojek yang dikelola secara professional .Gak perlu repot tawar-menawar, cukup telpon call centernya, tunggu ojek datang, diantar ke tujuan dan tinggal bayar. Kalo yang gak terbiasa dengan panasnya Jakarta, jelas gak nyaman, tapi paling tidak aman dan cepat sampai tujuan. Warga asing banyak juga yang terlihat menggunakan jasa ini.
Kata rangkul dari singkatan di atas bukan berarti kita merangkul pengojek saat berkendara (emangnya mau?), tapi salah satu tujuan bisnis ini yang perlu diacungkan jempol,yaitu mencoba merangkul pengojek Jakarta untuk bergabung di dalamnya. Servicenya bukan hanya mengantar penumpang, bisa juga untuk layanan instan kurir, layanan belanja barang sampai menjadi mitra transportasi perusahaan. Sayangnya untuk saat ini layanan baru tersedia di Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan. Dan lebih sayang lagi jika musim hujan tiba. Yang jelas pengguna akan malas menggunakannya .
Semua kembali terserah anda, sistem apapun yang digunakan tidak akan pernah memperbaiki kemacetan Jakarta. Biang masalah kemacetan Jakarta bukan karena jumlah kendaraan atau jalannya. Lebih cenderung karena SDMnya (yang tertib termasuk, termasuk objek penderita maksudnya). Lalu siapa yang seharusnya memberi contoh keteladanan masyarakat ? Tanya ke dalam diri kita sendiri , apakah kita sudah betul-betul menjadi pemimpin di keluarga kita sendiri ? (DPH)
Tim Oranye masuk kotak
Ini bukan berita bola, tapi tentang bajaj lama yang harus segera dimusnahkan. Walau sering mengesalkan pengemudi, biar bagaimanapun bajaj masih digandrungi dan dibutuhkan warga pemukiman. Bajaj BBG pengganti bisa jadi andalan, ramah lingkungan dan penampilannya lebih manis, dibanding gencarnya promosi produk lokal “kancil” yang tak menarik. Bajaj adalah kendaraan impor yang bisa dijadikan angkutan bernuansa khas Jakarta. Bukan cuma dihias saat ikut festival. Memodernisasi bajaj lama dengan BBG merupakan jalan pembuka bagi terwujudnya kelayakan angkutan jalan. Supir bajaj dan penumpang setianya menanggapi positif pengalihan tersebut. Pemerintah bekerja keras, sementara oknum pemilik usahanya punya jawaban lain sebagai alasan.
Tarik ulur kordinasi dan birokrasi rekondisi bajaj, antara pemerintah dan asosiasi pemilik selayaknya dijadikan ajang pembelajaran. Sehingga percepatan kesepakatan dan proses pengalihannya bukan hanya bertujuan mematikan feature getar bajaj lama, tapi juga untuk mematikan proses kanibalisme spare part bagi perkembangbiakan bajaj bodong. Campur tangan oknum yang mencari keuntungan dan menghambat penyelesaiannya harus diberantas dengan ketegasan.
Tak perlu tawar menawar, tim oranye silahkan masuk kotak secara cepat dan teratur untuk diratakan. Biarkan bajaj BBG yang mengantongi ijin resmi dan teridentifikasi yang berkeliaran di lingkungan. Semoga penumpangnya tak lagi deg-degan. Semoga tak ada lagi suara knalpot yang memekakkan. Semoga tidak hanya Tuhan yang tahu kemana bajaj akan berbelok di jalan. Jakarta punya Bajaj BBG, bukan hanya mengejar setoran tapi juga mengejar wisatawan. Selamat jalan tim oranye.(DPH)
Mau nyaman…mulai dari sekarang !!!
Mungkin saat ini transportasi publik masih belum sesuai dengan harapan kita. Tapi sanggupkahkah kita membuktikan bahwa kita punya derajat tinggi sebagai penumpang dari sekarang?…. Kadang kita ingin dilayani dengan baik ,tapi kita tak mau peduli untuk melayani. Tidaklah sulit menjadi penumpang yang baik, hanya butuh sedikit kepekaan diri kita. Malu rasanya menjadi warga yang mau nyaman tapi bisanya hanya merampas kenyamanan orang lain.
Biasakan kita membaca petunjuk yang tersedia. Semakin banyak kita mengadaptasi peraturan, menjadikan kita semakin elegan :
- Membeli tiket di tempat resmi sesuai tarif
- Antri saat : membeli tiket, menunggu, masuk atau keluar angkutan , serta dari dan menuju halte/stasiun/terminal.
- Tertib menggunakan fasiltas yang disediakan untuk menunggu, masuk dan keluar menuju angkutan.

- Prioritaskan tempat duduk untuk orang cacat, ibu hamil, ibu beserta balita dan orang tua, bayangkan jika mereka adalah keluarga kita.
- Prioritaskan penumpang keluar terlebih dahulu.
- Jangan memaksakan diri untuk naik angkutan jika berdesakan.
- Tunggu hingga angkutan berhenti dengan sempurna demi keselamatan.
- Patuhi larangannya :
- Dilarang merokok,
- Dilarang makan-minum di dalam angkutan dan area halte/terminal/stasiun . Makan dan minum hanya di tempat yang disediakan.
- Dilarang membawa : barang yg berbentuk gas atau yg mudah meledak, senjata api atau senjata tajam, durian atau barang yang berbau menyengat, hewan atau tanaman, barang lebih dari 20 kg atau berdimensi lebih dari 50×50 cm, serta barang terlarang.
- Dilarang membuang sampah sembarangan
- Dilarang berdiri di pintu atau mengganggu jalur keluar masuk penumpang
- Segera laporkan pada petugas yg berwenang jika ada kejadian yang menggangu kenyamanan
Melihat orang lain seenaknya melakukan pelanggaran, membuat kita berpikiran sempit. Mencontoh, menjadikan kita sejajar dengan kualitas perilaku oknum yang kita tiru. Semakin banyak yang berbudaya demikian, semakin banyak pula fasilitas umum yang tak akan pernah berumur panjang. Jangan rusak nilai diri kita dengan membandingkan nilai orang lain. Berlaku teratur saja belum tentu jadi jaminan mencapai keberhasilan, tapi setidaknya kita sudah berada di jalan menuju kemajuan. Jakarta pasti bisa, jika masyarakatnya sudah mampu memperlakukan layanan publik dengan kepedulian.. Sementara pemerintah tinggal memfasilitasinya. Lengang, selonjoran sampai tujuan…dari peduli kita untuk sebuah slogan kenyamanan. (DPH)
Komunitas maya : bertindak utk perubahan…
Internet merupakan media effektif untuk mensosialisasikan konsep dan mempersatukan masyarakat. Menjamurnya layanan internet publik membuat warga semakin “melek” teknologi. Ada 3 komunitas maya yang menarik disimak yang bertindak demi sebuah perubahan. Dalam tahun yang sama, embrionya terlahir dari layanan transportasi Jakarta yang sekarat, mewadahinya menjadi komunitas penuh peduli. Gagasan , kepedulian dan niatan disertai tawaran solusi praktis harus mendapat apresiasi dan dukungan dari pemerintah. Salut… buat para konseptornya.
April 2005, KRLmania dgn mottonya “Yang Manis Beli Karcis, Yang Keren Beli Abodemen” mengajak kepedulian para pengguna KRL sejabodetabek beserta pihak terkait. Menampung aspirasi pengguna dan menjadi jembatan antara konsumen dgn managemen PT KAI tuk saling mereformasi diri. Informasi seputar kejadian KRL dan ide kreatif bagi peningkatan kualitas layanan transportasi, dihadirkan utk menerjemahkan transportasi massal agar bisa dinikmati dan diterima khalayak.
Agustus 2005, Bike to work (B2W) dideklarasikan untuk menyuarakan kepedulian lingkungan dengan transportasi yang mudah dan sehat. Penggunaan sepeda digagas untuk mendukung aktifitas keseharian adalah gerakan moral terwujudnya “Jakarta green city”. “Terciptanya jalur prioritas sepeda” merupakan visi luhur menuju lalu lintas yang bersahabat. Komunitas ini menjadi besar dan mampu menginspirasi kota-kota besar lain di Indonesia.
September 2005, komunitas “Nebeng” lahir untuk memberikan solusi alternatif transportasi bagi pekerja. Wacana aman ,nyaman serta berkontribusi bagi effisiensi dan effektifitas penggunaan kendaraan pribadi. Jawaban atas budaya gotong royong antara yang memberi tebengan dan penebeng menjadikan contoh bahwa invidualisme tak lagi popular. Konsep sederhana untuk peduli dan memberi alternatif layanan transportasi swadaya.
Tak ada gading yang tak retak, jangan jadikan masalah Jakarta sebagai kendala, Jakarta bisa menjadi inspirator Nasional. Ayo… siapa lagi yang mau peduli kalau bukan dari diri kita sendiri ? … (DPH)
Busway sebuah konsep untuk bergerak

Terlepas dari pro dan kontra, busway merupakan salah satu pilar yang dibangun untuk mengatasi kemacetan dan transportasi di Jakarta. Salut untuk Bang Yos beserta jajarannya yang menggagas dan mengimplementasikan busway sebagai moda transportasi umum baru di Jakarta. Jalur busway rencananya akan terbentang di Jakarta dan terpanjang di dunia , mulai dari koridor I (Blok M- Kota) hingga rencananya koridor XV (Blok M – Lebak bulus). Peresmian koridor I tgl 15 Januari 2004 merupakan awal langkah positif menuju cita-cita angkutan modern Jakarta. Dgn harapan mengatasi kemacetan , mengajak warganya menggunakan transportasi umum dan mengurangi polusi perlu didukung kita semua. Kapasitas angkut yang banyak, jaringan koridor yang menjelajah ke semua wilayah mobilitas tinggi ,merupakan kebangkitan sebuah konsep untuk bergerak.
Semua pihak jangan membanding-bandingkan dulu proses pelaksanaannya dengan sistem serupa yang ada di luar negeri. Manfaat baru akan dirasa jika kita semua mau dan mulai peduli. Mengambil yang baik dan diadopsi di sini.
Kalau saja moda ini dirasa kurang efektif maka jangan lantas mencaci , mengkritik apalagi sampai bertindak anarkis. Jangan mengeluh sebab jalan jadi tambah sempit karena busway, tapi berusahalah dari diri sendiri untuk pindah lajur ke koridor Busway (dengan naik busway tentunya). Jangan pula egois dengan menghambat jalur busway. Adilkah kita , dengan menggunakan kendaraan pribadi di jalur busway ?. Beri masukan yang baik yang tidak menghukum dan menyepelekan demi sebuah perbaikan.
Buat para pelaksananya, banyak–banyaklah mengurut dada dan tersenyum. Penumpang harus dilayani dengan penuh keramahan. Tanggung jawab dgn penuh dedikasi yang mengedepankan proses pelayanan dipercayakan kepada anda. Warga akan sopan jika anda meneladani kesantunan.
Begitu juga pengelolanya, jangan merasa besar kepala dan arogan, karena masih banyak parameter pelayanan yang harus ditingkatkan. Evaluasi yang terencana, terpadu dan terus menerus untuk meningkatkan kualitas layanan. Tanpa evaluasi kita hanya bisa membangun dan membuat tanpa bisa merawat serta menjaganya. Kebaikan niat untuk mengubah pola pikir masyarakat berpindah dari kendaraan pribadi menjadi prioritas. Berapa banyak konsumerisme yang bisa ditekan dan pembiasannya terhadap sektor lain. Warga tidak ingin usaha keras anda ini menjadi sia-sia.
Segala hal jangan dijadikan alasan untuk pembelaan,semua harus belajar bertanggung jawab, semua harus menghargai, semua perlu waktu, semua butuh kerja keras, tidak cukup hanya satu periode jabatan gubernur DKI untuk busway. Karena di sini berbagai macam karakter dan keunikan warganya membutuhkan waktu tidak kurang dari setengah umur kita, untuk mau dan mulai berubah. Kita semua punya peranan agar kota ini punya transportasi modern yg effektif dan effisien. Amin….(DPH)
AMANAT lines kutunggu kehadiranmu…
Kalau dipikir , Jakarta kurang apa, semua moda transportasi ada : bis Kota, metromini, mikrolet, taxi, bajaj , KRL, ojek motor sampai ojek sepeda. Untuk tarifnya mulai dari kelas murah meriah sampai yg mahalpun ada, tapi kenapa transportasi umum Jakarta begitu menyedihkan???
Dari beberapa opini yg dijaring ,ada beberapa hal yg membuat orang malas naik angkutan umum :
- Tidak aman dan nyaman
- Tarifnya tidak sesuai dengan pelayanannya.
- Tidak tepat waktu
- Jalur trayeknya belum menjangkau
- Budaya gengsi
- Tidak memiliki uang receh
- Dalam kondisi hamil , cacat atau ketidakmampuan lain
- Ada keperluan yang mengharuskan
- Mobilitasnya kebanyakan malam hari
- Tempat asal dekat dengan tempat tujuan
- Cuaca sedang tak bersahabat
Warga yang sudah menggunakan angkutan umum biasanya dikarenakan :
- Kendaraan pribadinya sedang bermasalah
- Tidak punya kendaraan pribadi, mau tidak mau
- Tidak enak badan
- Parkir yang sulit dan mahal
- Tidak mengetahui rute jalan
- Menjaga kesehatan jiwa dan raga
- Tidak memiliki SIM
- Bersama-sama sat tujuan (jemputan)
- Mencari peluang
- Lebih cepat sampai tujuan
- Kesadaran dan kemauan sendiri
- Tanpa alasan yang jelas ….
Sebenarnya transportasi umum apa sih yang dikehendaki warga Jakarta ? Jakarta butuh “AMANAT” lines (Aman, Menjangkau,Nyaman dan Terpadu). Pemerintah menyediakan dan warga memanfaatkan, kedua belah pihak menjaga amanat.
- Aman : aman di angkutan itu sendiri, aman menuju / meninggalkan / di tempat pemberhentian (halte atau terminal) dan aman di perjalanan.
- Menjangkau : menjangkau seluruh wilayah terutama dari dan ke kota-kota penyangga (Bogor,Depok,Bekasi dan Tangerang) , dan menjangkau dengan tarif yg kompetitif serta berpihak ke semua golongan. Selain itu juga menjangkau waktu setidaknya mulai pk 04.30 s.d 24.00 WIB setiap hari.
- Nyaman : nyaman di angkutan, halte/terminal dan selama perjalanan.
- Terpadu : semua sistem transportasi terintegrasi satu sama lainnya. Proses transfer angkutan yang baik, penggunaan sistem satu tarif , kepastian layanan serta ketepatan waktunya .
Dengan adanya moda transportasi yang demikian, maka Pemda akan memperoleh peningkatan pendapatan dari sektor transportasi dan berimbas bagi peningkatan sektor lainnya. Warganya juga akan memperoleh banyak manfaat, mobilitas yang tinggi dan cepat, effektif dan effisien. Kita semua berharap kelak warga Jakarta dan Pemda bangga dengan transportasi umumnya . Semoga !!!(DPH)




Komentator terakhir