"Jakarta for better city"

Macet …batu sandungan


Tidak heran melihat Jakarta setiap hari macet, macet sudah menjadi penyakit, bukannya Jakarta kalau tidak macet. Semua merasa diburu waktu dan egois.

Kemacetan di Jakarta menjadi batu sandungan, membuat meringis dan luka yang tak kunjung sembuh . Makanya warga Jakarta dan sekitarnya jadi lebih konsumtif dibanding kota-kota besar lain di Indonesia. Bagaimana mau effisien ?? Bagaimana mau maju jika tidak effisien ??? Padahal kalau saja tidak macet pasti banyak hal yg bisa diperbuat.

Beberapa faktor penyebab macet diantaranya :

  • kendaraan pribadi yang tidak seimbang dengan jumlah jalan
  • Belum adanya transportasi umum massal yang berpihak.
  • Rambu-rambu dan lampu lalulintasnya belum dimanage secara maksimal.
  • Peraturan lalulintas yang tidak tegas. Pelanggaran lalulintas terjadi dimana-mana, egoistis pengendara
  • Infrastruktur jalan beserta pendukungnya yg belum tertata rapi.
  • Kurangnya koordinasi yang baik dan menyeluruh antar instansi yang berwenang.
  • Kaki lima yang belum dimaksimalkan keberadaannya.
  • Gerbang dan parkir di tempat pelayanan publik kurang tertata
  • Adanya kejadian khusus di jalan raya
  • Masalah yg timbul akibat cuaca
  • Budaya masyarakat berlalulintas
  • Tidak jelas….tidak ada penyebab … macet juga…???

Kebutuhan akan transportasi umum massal sudah mendesak. Jelas, warga butuh akan moda transportasi umum yg menjangkau seluruh wilayah, murah, aman, nyaman serta baik pengelolaannya. Beralihnya mobilitas naik angkutan umum akan tumbuh dengan sendirinya. Dan kita hanya bisa berharap mudah-mudahan Jakarta akan menjadi salah satu ibukota negara yg bebas macet. Bayangkanlah jika setiap hari seperti saat lebaran tiba, lengang, sepi, lancarrrrrrrrrr…dan aman . Suatu saat, jalan raya Jakarta serasa seperti lebaran, dengan kemauan, kepedulian dan kontribusi warga berserta semua pihak berwenang tentunya. (DPH)

One response

  1. h3rru

    emmm,..klo w si ngliatnya mungkin rada beda kali ye, menurut w Jakarta sebagai Ibu kota sekaligus sebagai tolo ukur, yang musti dibenahin dulu adalah perdanya, ext. klo gak bisa nambah jalan mbok ya jumlah mobilnya yg di batesin tapi tentu angkutan umum harus nyaman tul gak ?

    August 11, 2008 at 9:17 AM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s