"Jakarta for better city"

Belajar dari Pilkada DKI …


Sudah bukan jamannya lagi dilarang bicara . Kritik bukan barang tabu untuk dipublikasikan. Sekarang era demokrasi, semua harus terlihat transparan. Publik butuh bukti dan tak lagi mau dibohongi janji.. Tapi dalam kenyataan , di setiap penyelenggaraan pesta politik tak bisa dipungkiri memiliki banyak kecurangan. Politik memang kotor, bersih menjadi hal yg didambakan.

Jakarta tak mau ketinggalan. Tgl 8 Agustus 2007 lalu, Jakarta melakukan Pilkada untuk pertama kalinya. Sebuah produk otonomi daerah untuk memilih langsung Gubernurnya.

Deklarasi cagub dan cawagub periode 2007-2012 itu sendiri dilaksanakan tgl 26 Maret 2008. Hanya ada 2 pasang calon yang dilegitimasi yaitu :

Siapa yg menang ? Dari hasil akhir rekapitulasi perhitungan suara oleh KPU DKI Jakarta , Pilkada ini dimenangkan oleh pasangan “Bang Foke: dengan hasil 2.109.511 suara (57,87%) dan sisanya 1.535.555 suara (42,13%) untuk pasangan “Bang Adang”.

Terlepas dari : yang menang dan kalah, pelanggaran cara berkampanye, menarik simpatisan, janji-janji politik, kekhawatiran akan banyaknya golput, netralitas oknum dan selurus proses kecurangan penyelenggaraan pilkada DKI dari hulu hingga hilir, ada beberapa sorotan positif untuk hajatannya warga DKI ini .

  • Pilkada sesuai jadwal yang telah ditetapkan sebelumnya. Kekhawatiran akan mundurnya jadwal pelaksanakan tidak jadi kenyataan. Jelas …mundur berarti masalah dan anggaran tambahan. Tapi Jakarta punya komitmen dan membuktikan berani berucap berani berbuat.
  • Proses kampanye pilkada DKI terbilang aman, walaupun masih ada gesekan antara oknum peserta kampanye/simpatisan, oknum aparat yang tidak netral,dll . Ini tak lepas dari peran aparat keamanan dan partisipasi warganya yang peduli untuk mensukseskan pilkada ini.
  • Tidak adanya pemilihan putaran kedua. Karena calonnya hanya dua, maka jelas yg mendapat suara lebih besar dari 50% otomatis akan menjadi cagub dan cawagub terpilih. Sehingga dana yang dianggarkan untuk kampanye dan pemilihan putaran kedua bisa dialokasikan ke pos lain. Mungkin di pemilihan akan datang ada calon independen , sehingga calonnya beragam, tetapi yang perlu diperhatikan tetap menjaga kualitas pemimpinnya.
  • Penghormatan atas hasil pilkada dari pasangan yang kalah. “Bang Adang” mengucapkan selamat kepada “Bang Foke” pada tgl 9 Agustus 2007 di Hotel Sari Pan Pasific. Padahal hasil resmi pilkada belum diumumkan. Ini adalah sebuah keteladanan yang seharusnya dimiliki oleh semua pemimpin. Bukan hanya itu saja, Fraksi PKS yang mengusung “Bang Adang”, juga menyatakan akan mendukung program cagub dan cawagub terpilih. Dari pernyataan pemimpinnya, massa pendukung yang kalah juga berlapang dada menerima kekalahannya. Sungguh iklim demokrasi yang mengesankan yang dicontohkan Jakarta.
  • Kedua belah pihak percaya akan hasil Lembaga survey dengan hasil perhitungan cepatnya (quick count). Dari point dia atas terlihat, tanpa mengesampingkan dan bersabar menanti hasil perhitungan suara resmi dari KPUD kepercayaan itu memang harus ditumbuhkan . Massa pendukung juga tidak merasa resah dengan adanya hasil lembaga ini. Artinya SDM jakarta sudah menunjukkan kualitas yang beda.
  • Kedua pasang calon pemimpin memiliki situs internet. Penggunaan teknologi informasi untuk berkampanye sudah dicontohkan oleh kedua pasangan ini. Semua informasi dapat dilihat dari situs resminya sehingga warga yang sudah melek teknologi bisa mengetahui profil dan program pemimpin mereka. Dari sini, sebuah contoh kampanye modern Jakarta bisa menjadi contoh pilkada nasional.

Ulasan di atas merupakan realita yang telah dijalankan dan dialami warga Jakarta. Jakarta telah membuktikan bahwa dirinya bisa mencontohkan cara berpartisipasi aktif dalam berpolitik. Semoga lebih baik lagi di masa datang ,tidak ada lagi golput , tidak ada lagi warga yg tak terdaftar, dan warga semakin sadar bahwa suara itu bermanfaat. Karena kita butuh sosok pemimpin yang diidamkan agar Jakarta ini maju. “Ayo Jakarta Bisa”.(DPH)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s