"Jakarta for better city"

Komunitas maya : bertindak utk perubahan…


Internet merupakan media effektif untuk mensosialisasikan konsep dan mempersatukan masyarakat. Menjamurnya layanan internet publik membuat warga semakin “melek” teknologi. Ada 3 komunitas maya yang menarik disimak yang bertindak demi sebuah perubahan. Dalam tahun yang sama, embrionya terlahir dari layanan transportasi Jakarta yang sekarat, mewadahinya menjadi komunitas penuh peduli. Gagasan , kepedulian dan niatan disertai tawaran solusi praktis harus mendapat apresiasi dan dukungan dari pemerintah. Salut… buat para konseptornya.

April 2005, KRLmania dgn mottonya “Yang Manis Beli Karcis, Yang Keren Beli Abodemen” mengajak kepedulian para pengguna KRL sejabodetabek beserta pihak terkait. Menampung aspirasi pengguna dan menjadi jembatan antara konsumen dgn managemen PT KAI tuk saling mereformasi diri. Informasi seputar kejadian KRL dan ide kreatif bagi peningkatan kualitas layanan transportasi, dihadirkan utk menerjemahkan transportasi massal agar bisa dinikmati dan diterima khalayak.

Agustus 2005, Bike to work (B2W) dideklarasikan untuk menyuarakan kepedulian lingkungan dengan transportasi yang mudah dan sehat. Penggunaan sepeda digagas untuk mendukung aktifitas keseharian adalah gerakan moral terwujudnya “Jakarta green city”. “Terciptanya jalur prioritas sepeda” merupakan visi luhur menuju lalu lintas yang bersahabat. Komunitas ini menjadi besar dan mampu menginspirasi kota-kota besar lain di Indonesia.

September 2005, komunitas “Nebeng” lahir untuk memberikan solusi alternatif transportasi bagi pekerja. Wacana aman ,nyaman serta berkontribusi bagi effisiensi dan effektifitas penggunaan kendaraan pribadi. Jawaban atas budaya gotong royong antara yang memberi tebengan dan penebeng menjadikan contoh bahwa invidualisme tak lagi popular. Konsep sederhana untuk peduli dan memberi alternatif layanan transportasi swadaya.

Tak ada gading yang tak retak, jangan jadikan masalah Jakarta sebagai kendala, Jakarta bisa menjadi inspirator Nasional. Ayo… siapa lagi yang mau peduli kalau bukan dari diri kita sendiri ? … (DPH)

One response

  1. kade

    berhubung sering naek KRL buat KRL mania
    masih aja tradisi lama bertahan, ngarettnya itu loh, disatu sisi penumpang dibebani denda berkali lipat bila tidak beli karcis atau karcis tak sesuai tujuan, disisi laen bila KRL ngaret blom ada kompensasi apapun buat penumpang yg ada hanya beribu ribu kata maaf

    July 16, 2008 at 10:47 AM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s