"Jakarta for better city"

Kerak telor “Pizzanya Jakarta”


Apa makanan khas Jakarta ? Kerak telor..?? Dimana mendapatkannya ? Apa yang membuatnya eksotik ?

  • Bahan dasarnya murah meriah : beras ketan putih, telur ayam/itik , serundeng plus bumbu-bumbu. Kesederhanaan yg bisa menghasilkan cita rasa yang unik.
  • Cara memasaknya yg berbudaya, mengajarkan hemat penggunaan BBM dan minyak goreng. Mengedepankan tradisi mengolah makanan sehat dan mengutamakan keasliannya dengan cara yang diturunkan pendahulu.
  • Daya tahannya, lebih lezat dimakan saat hangat. Tanpa pengawet, tapi masih tetap enak dimakan dalam 1×24 jam.
  • Kemasannya, ringkas dan mudah dibawa, cocok sebagai oleh-oleh khas dari Jakarta. Membuat tampil dengan kemasan yang kreatif akan menaikkan derajatnya.
  • Lokasinya, sangat misterius, menyelinap di sela-sela pelataran parkir pasar swalayan. Paling mudah ditemukan di arena PRJ. Bahkan sudah merambah ke kota lain di Indonesia, tetapi masih menjadi penganan langka di sini.
  • Pedagangnya, berapa banyak yang merupakan warga asli Jakarta ? Kurangnya pembeli jika tidak ada pagelaran betawi menjadi keluhan serius. Maukah penjajanya mengenakan pakaian tradisionil Betawi ?
  • Tanpa iklan, masih diminati. Bukan hanya warga Jakarta, tapi juga oleh warga luar daerah dan mancanegara.

Sebelum terlanjur basi, kerak telor harus dilestarikan dan dipopulerkan sebagai icon kuliner Jakarta . Kini kerak telor telah banyak digandeng hypermarket. Menjadikannya lebih hygienis, tapi kelezatan dan keasliannya meragukan. Bersanding dengan rekan jajanan khas lainnya , kerak telor butuh kepedulian dan kejelian para entrepreneurship untuk mengelolanya. Pemda harus terus berupaya mengangkat citranya bukan hanya dlm event tahunan, tapi juga dengan gebrakan lainnya. Kita pasti bisa berusaha maksimal untuk hasil maksimal.

Kelak, makin banyak peminat kerak telor bisa menikmatinya sambil mendengarkan iringan gambang Kromong. Bernostalgia, bukan hanya di hotel berbintang, tapi di megahnya pusat jajanan Jakarta Di tengah gegap gempitanya sergapan kuliner internasional. Belanda saja menggemarinya, malukah kita dianggap sbg kaum kapitalis yang lebih bangga memakan pizza asing dibanding produk lokal ? (DPH)

One response

  1. emak

    Artikel anda disubmit di :
    http://kuliner.infogue.com/kerak_telor_pizzanya_jakarta

    July 31, 2008 at 9:43 AM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s