"Jakarta for better city"

Golput gratis ke semua operator..


Dari hasil Pilkada DKI 2007 jumlah golput mengalami peningkatan. Bagaimana dalam pemilu 2009 ? . Golput yang dimaksud bukan yang mempunyai permasalahan administratif dan teknis, tapi yang cenderung atas niat dan keinginannya sendiri. Sebagai warganegara yang baik mereka bebas untuk tidak menggunakan hak politiknya sehingga tidak perlu ada pemberlakuan sangsi . Alasan utamanya, mereka tak mau lagi memilih salah satu dari sekian banyak kesalahan. Golput adalah sebuah pilihan, mereka punya hak asasi untuk tidak dikekang. Inilah demokrasi seutuhnya, tak perlu diperdebatkan dan dikhawatirkan.

Pemilih dan yang dipilih punya kebutuhan. Yang dipilih hanya butuh suara untuk memenangkan dan mengenyangkan diri beserta kroninya. Sementara pemilihnya, hanya bisa gigit jari karena kebutuhannya tak diakomodasi. Maka lantas golput terus menerus bermetamorfosis dengan sempurna. Menjadi lebih fenomenal karena golput justru banyak diminati kaum berpendidikan. Padahal di sini, golput serta yang dipilih punya kesamaan kebutuhan dalam berkomunikasi. Mereka sama-sama memiliki telepon genggam.

Di Jakarta, komunikasi sudah menjadi keharusan. Telepon genggam bisa dimiliki berbagai kalangan dan bukan lagi dianggap barang mewah. Selain perangkatnya, warga hanya perlu memilih satu dari sekian banyak operator . Celakanya, hingga saat ini belum satupun operator yang telah mengakomodasi dan sesuai dengan keinginan kita. Idealnya, semakin banyak operator menjadikan semakin mendekati harapan pelanggan. Maka dari itu badan regulasinya bekerja keras untuk menjembatani kepentingan kedua belah pihak.

Warga Jakarta termasuk pengguna yang kritis. Tidak mudah terjebak iklan operator walau menggunakan artis atau mengemas janji-janji manis . Sebagian juga telah serius mencermati hitung-hitungan tarif. Tidak lagi ikut-ikutan atau sekedar bergaya tetapi mengarah pada selektifitas kebutuhan. Operator baru pun mesti memutar kreatifitas untuk menjaring minat. Yang lama gigih berjuang agar tak ditinggalkan. Keluhan pengguna yang tidak ditanggapi menjadi bumerang dan membuat hilangnya kepercayaan kepada operator. Kalau kecewa mudah saja, tinggal pindah dari satu operator ke operator lainnya. Kesalahan memilih operator dapat segera disadari dan ditanggulangi dalam waktu relatif singkat, walaupun tanpa sadar pengguna telah mengeluarkan biaya untuk menentukan pilihan. Pilihan terakhir akan jatuh pada operator yang kompetitif dengan yang layanannya paling mendekati kebutuhan meski mungkin masih jauh dari harapan. Kita tetap memilih satu dari sekian banyak yang mengecewakan hanya karena kebutuhan.

Hak pilih adalah sebuah kodrat alami dan menjadikannya sebagai komunikasi, tapi perlu waktu untuk menyadarinya menjadi kebutuhan . Padahal seorang pemilih tidak dikenakan biaya untuk menggunakan hak pilihnya. Beda dengan kesalahan memilih operator , sebuah kesalahan memilih pada pemilu bisa menyengsarakan selama satu periode. Lalu timbul pertanyaan , tidakkah kehidupan kita menjadi lebih sengsara jika kita tak punya komunikasi ? Peningkatan perubahan akan terjadi jika “komunikasi yang masih apa adanya” bisa terus dimanfaatkan. Kritisnya pengguna untuk memilih , lambat laun menyebabkan layanan operator berkembang dan bersimbiosis mutualisme. Tak ada beda antara yang diam dan menyuarakan. Faktanya, semua merasakan perubahan kemudahan dan keuntungannya. Jika simcard berlaku selayaknya kartu pemilih, akankah kita membuangnya hanya karena layanan dan tarif operator belum sesuai dengan keinginan ??? Buat yang akan dipilih tolong matikan HP anda 10 menit dan biarkan golput menentukan 10 menitnya untuk mengatakan tidak atau memilih berkomunikasi… gratis ke semua operator.(DPH)

One response

  1. ajib

    artikel anda disubmit di:

    http://politik.infogue.com/golput_gratis_ke_semua_operator_

    July 26, 2008 at 10:31 AM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s