"Jakarta for better city"

Tetangga begitu, apa peduliku ?


Kehidupan bertetangga di lingkungan pemukiman Jakarta sering diliputi individualisme yang tinggi. Tetangga hanya dijadikan sandaran jika mengalami penderitaan. Susah melihat tetangga senang dan senang melihat tetangga susah. Rumput tetangga memang selalu terlihat lebih hijau dari rumput di pekarangan sendiri. Mengapa kesadaran hanya datang jika ditimpa kesusahan saja ? Kemana hilangnya rasa pedulimu Jakarta ?

Gedung-gedung bertingkat di Jakarta juga saling bertetangga. Salah satunya Gedung Landmark dan Wisma BNI 46 yang letaknya saling berseberangan . Keduanya hanya dipisahkan jalan Jenderal Sudirman. Mereka sama-sama punya lokasi kaki lima resmi yang peruntukannya menyediakan kebutuhan makan siang bagi para pekerja di sekitar kedua lokasi tersebut. Tapi ada yang berbeda , kali lima di sebelah Wisma BNI 46 nampak memiliki wajah yang lebih apik dibandingkan tetangganya. Kios-kios tampil dengan bentuk dan warnanya yang senada, lengkap dinaungi tirai yang rapi. Sementara kaki lima di samping Landmark hanya terkesan seadanya dan kebersihannya juga tak terjaga. Hanya papan nama kios yang terlihat terpampang seirama. Itu pun belum beberapa lama, sumbangan dari sebuah perusahaan telekomunikasi swasta.

Kedua lokasi ini sebetulnya sangat strategis, di sana ada Halte Busway Koridor I dan Koridor IV serta stasiun kereta Sudirman. Rencananya, di sana juga akan bermuara stasiun monorail dan kereta bawah tanah. Kalau rencana pemrov DKI Jakarta ini terealisasi, tentu jika masih demikian maka kaki lima di samping Gedung Landmark akan memberikan nuansa kumuh bagi pencitraan tersebut. Teronggok di samping waduk yang airnya kehitaman. Terselip di sela-sela gedung yang tak kunjung selesai pembangunannya dan telah menjadi lokasi pemancingan umum. Belum lagi adanya parkir liar yang mengganggu kelancaran. Semoga saja semua pihak yang berkepentingan punya kepedulian untuk mempercantiknya tanpa harus menunggu berkembangnya persoalan. Dulu, pemda berhasil membersihkan kakilima liar di sepanjang trotoar belakang gedung tersebut, sekarang siapa lagi yang harus peduli ? (DPH)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s