"Jakarta for better city"

Tukang sayur pun sudah mobile


Telepon genggam telah dianggap sebagai kebutuhan pokok di Jakarta. Fenomena perang tarif layanan yang menguntungkan konsumen, semakin menjangkau semua kalangan. Mereka yang cerdik memanfaatkannya dalam menunjang aktivitas keseharian. Samidi (34) salah satunya, seorang pedagang sayur keliling ini sudah menggunakannya untuk effisensi dan effektifitas penjualan. Semenjak menggunakan HP , sayurannya tidak banyak yang layu. Pembeli bisa memesan sayur yang akan dibeli lewat SMS dan ia akan lewat di depan rumah mereka. “Sekarang saya bisa belanja sesuai kebutuhan dan tidak khawatir lagi dagangan saya tak laku terjual”, katanya.

Ada lagi Nedi (35), pedagang Martabak manis special Bangka beraneka rasa di jalan Utan Kayu raya. Produk olahannya yang paling banyak diminati adalah martabak duren. Pelanggan suka menanyakan keberadaannya via SMS ataupun telepon. Memang kadang ia tak berjualan karena sedang pulang kampung. Nomor HPnya diberikan kepada semua konsumen, apalagi bila ada diantara mereka yang ingin memesan untuk keperluan pesta. Bang Nedi tak pernah ragu untuk membalas SMS pelanggannya. Ungkapnya “dengan HP ini dagangan saya jadi tekenal . Ia juga pernah diwawancarai oleh JakTV ketika stasiun TV itu membahas kuliner serba duren di Jakarta.”.

Lain dari kedua pelaku usaha di atas, Kasman (32) seorang supir taksi juga pintar mencermatinya untuk menghemat BBM. Pria asal Sumatra ini lebih sering terlihat mangkal di depan warung Nasi Kuning Bagadang milik ibunya. Jika ada warga yang membutuhkan taksi, biasanya akan menghubunginya, terutama warga yang tinggal di sekitar tempat mangkalnya. Dia paling senang jika ada warga yang ingin diantar ke bandara. Walaupun jam 4 pagi, ia bersedia mengantar atau menjemput pelanggannya. Sekarang dirinya tak perlu lelah lagi berputar-putar mencari penumpang. Tuturnya: “Sejak saya pake HP ini setoran lancar , nggak pusing karena macet atau naiknya bahan bakar”.

Selain Mas Samidi, Bang Nedi dan Uda Kasman, masih banyak pelaku ekonomi lainnya yang tersebar di seantero Jakarta yang menyiasati penggunaan telepon genggam sebagai bagian dalam mengais rejeki. Telekomunikasi telah menjadi celah bagi peningkatan taraf hidup ekonomi kelas bawah sekalipun. Entah esok teknologi apa lagi yang dapat memberikan pencerahan ?? (DPH)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s