"Jakarta for better city"

Baju Koruptor ukurannya berapa ?


KPK mengeluarkan gagasan baru yang menimbulkan kontroversi mengenai penggunaan baju khusus bagi koruptor . Tentunya dengan harapan, baju ini bisa menimbulkan efek jera para koruptor. Ide ini pun diamini oleh Polri dan ICW. Tapi sejauh mana effektifitas penggunaan baju tersebut belum akan terlihat jika masih berupa wacana. Memang seorang tersangka koruptor selalu tampil bak selebriti di depan kamera sebab mereka sudah tak lagi memiliki urat malu. Dan lumrah bagi KPK untuk memunculkan ide apapun di tengah kejahatan kerah putih ini. Menjadi wajar juga komentar yang mengemuka bahwa gagasan ini tidak terlihat special, mengada-ada , kelewatan atau seharusnya lebih mementingkan ketegasan proses hukum daripada peragaan busana. Yang akur dan tidak akur sebaiknya tak jadi soal. Inilah salah satu pandangan KPK yang menjadi landasan pacu kreativitas rakyat untuk menggeser budaya korupsi. Sebelumnya ide warung kejujuran KPK telah banyak diterapkan di sekolah-sekolah. Kini busana ketidakjujuran bolehkah diterapkan ??

Komnas HAM hanya berpesan agar baju ini tak melanggar hak asasi manusia. Mesti dibedakan antara tersangka, terdakwa dan terpidana serta menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah. Bukan untuk mempermalukan, tetapi menjadi shock therapy. Bukan pula mengajarkan agar pelakunya diarak keliling kota dengan hanya mengenakan pakaian dalam. Dan Komnas pasti tak setuju jika hukuman ganti kemaluan atau hukuman seumur hidup bersama Ryan bagi koruptor diterapkan. Ayin pun pastinya akan menjadi ayan. Karena kadang-kadang tersangka hanya merupakan pemain figuran bagi sutradara yang lebih rakus di belakang layar. Terlontar pula usulan agar rencana baju ini dibiayai oleh para koruptornya sendiri sehingga proses tender pengadaan baju tersebut tidak menimbulkan polemik kembali. Yang terpenting, mulai dari desain sampai penerapannya nanti harus gratis dan bukan diambil dari kas negara.

Hari ini ( Selasa, 12 Agustus 2008 ) rencananya ICW akan memberikan masukan bagi KPK mengenai desain yang diambil dari ide masyarakat. Ukurannya sendiri tidak dibahas lebih lanjut, padahal ukuran busana sangat menentukan prima atau tidaknya penampilan. Ukuran membatasi kita agar tetap leluasa dan nyaman untuk beraktivitas. Tetapi ukuran baju koruptor bukan menyesuaikan ukuran tubuh sang koruptor sendiri. Ukurannya dikategorikan dengan berapa banyak uang rakyat yang dikorup. Mungkin akan terlihat menarik jika seorang yang kurus dan biasanya mengenakan pakaian dengan ukuran L , ternyata harus tampil dengan baju yang kebesaran ukuran XXL karena sifat rakusnya dan sebaliknya.

Dan jangan lupa dibubuhi badge partai, jika koruptor tersebut adalah anggota partai politik. Biarkan rakyat semakin pintar memilih partai dan partai terus berusaha melakukan kaderisasi anggotanya berbasiskan kejujuran. Agar rasa masa bodoh hilang harga diri dan tabiat asal tidak terbukti ah tentu sikat lagi bukan lagi slogan bagi tikus-tikus tak kenal kenyang yang rakus-rakus bukan kepalang. KPK, keluarkan idemu sebanyak-banyaknya dan kami tunggu ide Taman Pemakaman Umum khusus koruptor selanjutnya. (DPH)

One response

  1. ajib

    artikel anda disubmit di:
    http://politik.infogue.com/baju_koruptor_ukurannya_berapa_

    August 13, 2008 at 11:29 AM

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s